Hentikan Dominasi PSG, Gol Tunggal Harvey Elliot Menangkan Liverpool

JAKARTA - Liverpool meraih kemenangan penting 1-0 atas Paris Saint-Germain di pertandingan pertama babak 16 besar Liga Champions di Stadion Parc des Princes, Paris, Kamis, 6 Maret 2025 dini hari WIB. Satu-satunya gol Liverpool dihasilkan pemain pengganti Harvey Elliot.

Sensasi dari Elliot yang memecah kebuntuan Liverpool. Dirinya masuk menggantikan Mohamed Salah di menit 86. Hanya berselang 47 detik, Elliot berhasil membobol gawang PSG. Dan ini menjadi satu-satunya gol yang tercipta dalam laga besar Liga Champions itu.

Kemenangan atas PSG membuka peluang Liverpool melaju ke perempat final. Mereka hanya butuh hasil imbang saat menjamu PSG pada laga kedua di Stadion Anfield, Rabu, 12 Maret 2025 dini hari WIB.

Namun PSG tetap memiliki harapan untuk menyingkirkan Liverpool. Hanya, tim asuhan Luis Enrique harus bisa mengejar defisit gol. Kebobolan satu kali masih memungkinkan PSG untuk bangkit dan menyamakan skor atau bahkan membalikkan keadaan di laga kedua.

Manajer Arne Slot pun menunjukkan kepuasan bisa mengalahkan PSG di kandang lawan. Menurut dia keberhasilan Liverpool meraih kemenangan memang melebihi ekspetasi karena mereka menghadapi tim yang sesungguhnya mendominasi sepanjang pertandingan.

"Meraih kemenangan di pertandingan tandang ini memang lebih dari apa yang kami harapkan," kata Slot yang tidak segan memuji performa gemilang kiper Alisson Becker. Dirinya menjadi aktor yang berulang kali menggagalkan serangan dan peluang dari PSG.

"Dia (Alisson) membuktikan sebagai yang terbaik di dunia saat ini. Harus diakui, kami bermain di bawah performa menghadapi PSG yang unggul kualitas. Ini terbukti dari permainan mereka sepanjang musim ini. Mereka memang tim terbaik musim ini," ucapnya lagi.

Sementara Alisson yang terpilih sebagai man of the match menuturkan bila penampilannya merupakan yang terbaik. Dia harus bekerja keras menyelamatkan gawang dari ancaman pemain PSG sepanjang pertandingan.

"Kami memang sudah siap menghadapi tekanan. Ini pertandingan yang sangat berat tetapi berakhir dengan suka cita," kata Alisson.

"Kami bekerja keras dan membiarkan mereka menciptakan banyak peluang. Namun akhirnya datang Harvey yang kemudian mencetak gol. Ini sulit dipercaya dari sebuah pertandingan yang besar," ujar kiper timnas Brasil ini.

Sementara PSG harus menelan kekecewaan. Mereka membuang peluang memenangkan laga. Ini juga menjadi kekalahan pertama PSG selama 23 laga terakhir di berbagai kompetisi. Sebelumnya, mereka menang 18 kali dan tiga kali bermain imbang tanpa pernah kalah.

Meski demikian, mereka optimistis bangkit di pertandingan kedua. Tampil di kandang pimpinan klasemen Premier League Inggris ini tak mengurangi keyakinan Les Parisiens membalikkan keadaan.

"Kami akan menunjukkan siapa sesungguhnya kami. Di laga berikutnya, kami akan menunjukkan karakter dan memenangkan pertandingan," kata gelandang Vitinha.

"Dari pertandingan itu, kami sesungguhnya pantas menang. Kami punya banyak peluang. Sayangnya kami tak bisa mencetak gol," ucapnya.

Gol Kvaratskhelia Dianulir

Di pertandingan itu, PSG bermain agresif dan menekan habis pertahanan Liverpool. Bahkan tuan rumah seharusnya sudah bisa membobol gawang Alisson di menit 16. Namun sepakan Joao Nevez yang menyambut umpan dari Ousmane Dembele masih melambung.

Selanjutnya, gelandang Khvicha Kvaratskhelia mampu mencetak gol di menit 20. Hanya saja setelah ditinjau lewat VAR, Kvaratskhelia dinilai dalam posisi offside sehingga gol tersebut dianulir.

Namun PSG juga beruntung terhindar dari kehilangan pemain setelah pemain depan Bradley Barcola melakukan pelanggaran terhadap Ibrahima Konate. Dari tinjauan VAR, pelanggaran Barcola dinilai tidak berbahaya sehingga dia lolos dari kartu merah.

PSG kembali menekan. Hasilnya, Neves kembali nyaris membobol gawang Liverpool bila tidak digagalkan Alisson. Dia juga menggagalkan bola tendangan Dembele. Namun bola kemudian rebound yang disambut Barcola.

Lagi-lagi, Alisson berhasil memblok sehingga kembali rebound. Barcola yang menyambar bola gagal memaksimalkannya karena tendangan dia melambung.

Alisson pula yang menggagalkan peluang emas Kvaratskhelia sehingga gawang dia tetap clean sheet. "Bila tidak ada dia, apa jadinya kami," kata Elliot memuji Alisson.

Di babak kedua, situasi tak berubah. Liverpool berada dalam tekanan. Alisson pun kembal berjibaku menyelamatkan gawang, termasuk tendangan keras dari Desire Doue yang berhasil ditepisnya.

Saat pertandingan memasuki menit akhir, Alisson justru turut menentukan kemenangan Liverpool. Tendangan jauh dia diterima dengan baik oleh Darwin Nunez yang meneruskannya kepada Elliot. Dalam posisi bagus saat menerima assist Nunez, dia dengan tenang menaklukkan kiper Gianluigi Donnarumma di menit 87.

Skor berubah 1-0. Gol yang membuat pemain PSG terpukul. Tidak ada lagi gol yang tercipta. Pemain PSG pun frustrasi karena tidak mampu membobol gawang The Reds. Skor itu bertahan hingga laga usai.