Dananatra Miliki Peluang Dorong Hilirisasi, asalkan Ambil Alih Saham PT GNI

JAKARTA - Center of Economic and Law Studies (Celios) mengungkapkan, Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) atau Danantara Indonesia memiliki peluang besar untuk mendorong hilirisasi melalui pengambilalihan saham PT Gunbuster Nickel Industri (PT GNI).

Direktur Eksekutif Celios, Bhima Yudhistira mengatakan, pengambilalihan saham atau pembelian saham dari PT GNI lantaran harga nikel yang turun lebih dari 9 persen secara tahunan dan kondisi perusahaan yang terancam pailit.

"Membeli saham secara bisnis to bisnis dengan PT Gunbuster Nickel Industri (PT GNI) ini mumpung harga nikelnya anjlok lebih dari 9 persen secara tahunan kemudian perusahaannya juga sedang terancam pailit," ujarnya kepada VOI, Senin, 24 Februari.

Bhima menyampaikan, PT GNI memiliki 10.000 pekerja, sehingga Danantara bisa bekerja sama dengan investor domestik atau melalui MIND ID untuk akuisisi saham perusahaan tersebut.

Menurut Bhima, akuisisi saham ini dapat mempercepat hilirisasi dengan tata kelola yang lebih baik, keselamatan pekerja yang terjamin, serta menghubungkan hilirisasi PT GNI dengan industri hilirisasi nasional.

Bahkan, Bhima menyampaikan, Danantara dapat menghubungkan GNI dengan pabrik baterai seperti Indonesia Battery Corporation (IBC) atau Hyundai LG di Karawang, sehingga menciptakan rantai pasok domestik yang lebih kuat.

Selain itu, Bhima juga melihat adanya potensi untuk mempercepat pembangunan energi terbarukan, seperti pembangkit surya di danau-danau atau floating solar PV, serta baterai storage, dengan dukungan dana dari Timur Tengah.

"Berikutnya juga bisa dengan Dana Timur Tengah itu untuk mempercepat pembangkit surya terutama di danau-danau ya atau floating solar PV kemudian baterai storage karena Saudi Arabia juga tertarik sebenarnya untuk mendorong baterai storage ya untuk penyimpanan energi terbarukan," jelasnya.

Selain itu, Bhima menyampaikan dengan bantuan Danantara juga dapat mengurangi beban PLN dalam skema pensiun PLTU Batubara.

"Mungkin Danantara bisa dimanfaatkan juga untuk skema pensiunan PLTU Batubara karena selama ini kan memang kalau PLN melakukan sendiri terlalu berat maka bisa dibantu dengan skema danantara ini," imbuhnya.

Namun, Bhima menilai, langkah pertama yang bisa segera dilakukan adalah pengambilalihan perusahaan smelter yang sudah memiliki fasilitas produksi.

"Tapi yang paling low hanging fruit yang bisa langsung dikerjakan itu mengambil alihan perusahaan-perusahaan smelter yang fasilitasnya sudah ada nah kalau mau dorong hilirisasi," ucapnya.