Wima J-Rocks: Musik Bukan Hanya Ungkapan Perasaan, Tapi Juga Sarana Sampaikan Protes
JAKARTA - Bassis J-Rocks, Swara Wimayoga alias Wima meyakini bahwa karya musik bukan sekedar sarana mengungkap perasaan. Lebih jauh dari itu, musik juga jadi sarana melayangkan protes.
“Musik itu kan nggak cuma sarana kita untuk menyampaikan perasaan, tetapi juga sarana kita untuk protes,” kata Wima saat ditemui di Thamrin, Jakarta Pusat pada Jumat, 21 Februari.
Oleh karenanya, Wima menyayangkan apa yang terjadi dengan Sukatani, duo punk asal Purbalingga yang secara tiba-tiba melayangkan permintaan maaf karena salah satu lagunya yang berjudul “Bayar Bayar Bayar”.
Wima merasa permintaan maaf dari Sukatani didasari pada desakan dari pihak luar.
“Sebenarnya sih itu pasti karena ada desakan kan. Siapa yang mendesak sih? Pertanyaannya itu kan? Cuma kalau gua, jadi menyayangkan aja sih,” katanya.
Baca juga:
Namun bagi sang bassis, kemampuan musik dalam melayangkan protes sulit untuk dibendung. Hal itu bisa dilihat dari bagaimana respon yang ada di media sosial.
“Toh akhirnya malah jadi dipakai buat demo kemarin kan, nggak bisa terbendung kalau sudah sama masyarakat,” ujar Wima.
“Susah kalau namanya gerakan mah, mau kita niat nggak niat bikin sesuatu, dan ternyata memang seperti itu adanya,” pungkasnya.