Pemerintah akan Belajar dari Turki hingga Mesir untuk Desain Gedung Legislatif dan Yudikatif IKN

JAKARTA - Pemerintah RI melalui Kementerian Pekerjaan Umum (PU) berencana untuk melaksanakan studi banding ke tiga negara dalam rangka mempelajari desain untuk Gedung Legislatif dan Yudikatif di Ibu Kota Nusantara (IKN).

Ketiga negara tersebut antara lain Mesir, Turki dan India.

Terkait hal itu, Menteri PU Dody Hanggodo mengatakan, pihaknya nanti juga akan belajar ke Sri Lanka untuk melakukan revisi desain gedung legislatif dan yudikatif di IKN.

"Enggak hanya benchmark kepada tiga negara, tapi juga melihat desain yang ada di Sri Lanka," ujar Dody kepada wartawan di kantornya, Jumat, 21 Februari.

Adapun tim desain gedung legislatif dan yudikatif IKN diketuai oleh Wakil Menteri (Wamen) PU Diana Kusumastuti.

Sebelumnya, Dody pernah menyebut, pemerintah belajar dari Mesir, Turkiye dan India untuk desain tersebut. Namun karena ada efisiensi anggaran, maka pembelajaran batal dilakukan secara langsung ke negara-negara tersebut.

Studi banding ke tiga negara itu dilakukan lantaran Presiden Prabowo Subianto menilai gedung legislatif dan yudikatif di sana memiliki karakter yang cocok diterapkan di Indonesia.

"Dari situ kemudian tim akan merekonstruksi gambarnya dan akan disampaikan ke Pak Prabowo lagi. Tapi, detailnya tanya ke Ketua Tim lah," tegasnya.

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto menargetkan IKN menjadi ibu kota politik Indonesia pada tahap kedua pembangunan yang direncanakan selesai pada 2028.

Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono, setelah mengikuti rapat terbatas bersama Presiden Prabowo dan sejumlah menteri di Istana Kepresidenan, Selasa 21 Januari.

"Beliau menargetkan IKN pada 2028 sudah menjadi ibu kota politik. Kami ditugaskan menyelesaikan proyek untuk legislatif, yudikatif dan fasilitas pendukung lainnya," ungkap Basuki.

Desain pembangunan kompleks legislatif dan yudikatif yang sebelumnya dirancang oleh Kementerian PUPR, akan ditinjau ulang sesuai arahan Presiden Prabowo.

"Kami bersama Kementerian PUPR dan OIKN akan membentuk tim desain untuk menyesuaikan arah pembangunan ke depan," tambahnya.