Istilah Kekerabatan dalam Suku Batak Lengkap dengan Artinya

YOGYAKARTA – Istilah kekerabatan dalam suku Batak sangat beraneka ragam, misalnya Boru, Tulang, Pahompu, Lae, dan masih banyak lagi.

Dalam budaya masyarakat Batak, istilah kekerabatan digunakan untuk menggambarkan ikatan antar anggota keluarga. Istilah-istilah ini menggambarkan struktur sosial dan kaya akan nilai budaya.

Masing-masing istilah kekerabatan dalam suku Batak mempunyai makna yang berbeda, tergantung pada hubungan keluarga dan peran masyarakat.

Nah, dalam artikel ini akan dibahas ragam istilah kekerabatan dalam suku Batak. Yuk simak informasi selengkapnya berikut ini.

Istilah Kekerabatan dalam Suku Batak

Dinukil dari buku Budaya Masyarakat Perbatasan karya Renggo dan Sigit, Suku Batak dibagi menjadi dua kelompok besar, yakni Batak Toba dan Batak Pakpak Dairi.

Kelompok Batak Toba dibagi lagi menjadi beberapa sub kelompok, yakni Toba, Angkola, Mandailing, dan Simalungun. Sementara kelompok suku Pakpak Dairi memiliki empat sub kelompok, antara lain Dairi, Karo, Alas, dan Gayo.

Perbedaan mendasar di antara dua kelompok suku Batak ini adalah bahasa yang digunakan. Pada kelompok Dairi, dikenal bunyi pepet, sementara kelompok Toba tidak memilikinya.

Dikutip dari laman P2KStekom, berikut istilah kekerabatan dalam suku Batak lengkap dengan artinya:

Amang/Among/Bapa

  • Panggilan anak kepada ayah kandung, sehari-hari menggunakan kata Among atau Bapa.
  • Panggilan kepada laki-laki dewasa atau dituakan.
  • Panggilan orang tua kepada anak laki-laki.

Inang/Inong/Omak

  • Panggilan anak kepada ibu kandung, sehari-hari menggunakan kata Inong atau

Omak.

  • Panggilan kepada perempuan dewasa atau dituakan.
  • Panggilan orang tua kepada anak perempuan.

Amang Tua/Bapa Tua/Paktua

  • Panggilan kepada abang ayah.
  • Panggilan kepada suami dari kakak perempuan ibu.
  • Panggilan kepada laki-laki semarga, yang urutan generasinya dalam marga setingkat dengan ayah, namun secara usia lebih tua dari ayah.

Inang Tua/Nangtua/Omak Tua/Maktua

  • Panggilan kepada istri abang ayah.
  • Panggilan kepada kakak perempuan ibu.
  • Panggilan kepada istri dari laki-laki semarga, yang urutan generasinya dalam marga setingkat dengan ayah, namun secara usia lebih tua dari ayah.

Amang Uda/Bapa Uda

  • Panggilan kepada adik laki-laki ayah.
  • Panggilan kepada suami dari adik perempuan ibu.

Inang Uda/Nanguda

  • Panggilan kepada istri dari adik laki-laki ayah.
  • Panggilan kepada adik perempuan ibu.

Haha/Hahang/Angkang

  • Panggilan laki-laki kepada abang kandung, abang dari pihak ayah, dan abang dari pihak ibu (bersaudara ibu).
  • Panggilan perempuan kepada kakak perempuan kandung, kakak perempuan dari pihak ayah, dan kakak perempuan dari pihak ibu (bersaudara ibu).
  • Panggilan laki-laki kepada laki-laki semarga yang usianya lebih tua.

Agi/Anggi/Anggia

  • Panggilan laki-laki kepada adik laki-laki kandung, adik laki-laki dari pihak keluarga ayah, dan adik laki-laki dari pihak keluarga ibu (bersaudara ibu).
  • Panggilan perempuan kepada adik perempuan kandung, adik perempuan dari pihak keluarga ayah, dan adik perempuan dari pihak keluarga ibu (bersaudara ibu).
  • Panggilan laki-laki kepada laki-laki semarga yang usianya lebih muda.

Ampara

  • Panggilan laki-laki kepada laki-laki lain (bukan saudara kandung dan sepupu) yang bermarga sama.

Tulang

  • Panggilan kepada saudara laki-laki kandung dari ibu (baik abang maupun adik laki-laki ibu).
  • Panggilan kepada laki-laki yang semarga dengan ibu dan urutan generasinya dalam marga setingkat dengan ibu.

Nantulang

  • Panggilan kepada istri tulang.
  • Panggilan kepada orang yang semarga dengan nantulang.

Bere

  • Panggilan laki-laki kepada anak dari saudari kandung
  • Panggilan kita perempuan kepada anak dari saudari kandung suami

Maen/Parumaen

  • Panggilan kepada menantu perempuan.
  • Panggilan laki-laki kepada anak perempuan dari tunggane.
  • Panggilan perempuan kepada anak perempuan dari saudara laki-laki kandung.

Hela

  • Panggilan kepada menantu laki-laki.

Boru

  • Panggilan orang tua kepada anak perempuannya.
  • Panggilan kepada setiap istri bere.

Simatua

  • Panggilan kepada mertua.

Lae

  • Panggilan laki-laki kepada anak laki-laki dari namboru.
  • Panggilan laki-laki kepada anak laki-laki dari tulang
  • Panggilan laki-laki kepada suami dari saudara perempuan.
  • Dalam makna luas, panggilan sesama laki-laki yang berbeda marga.

Tunggane

  • Panggilan laki-laki kepada saudara laki-laki dari istri.
  • Panggilan laki-laki kepada anak laki-laki dari tulang.

Eda

  • Panggilan perempuan kepada anak perempuan dari tulang.
  • Panggilan perempuan kepada istri saudara laki-lakinya.
  • Dalam makna luas, panggilan sesama perempuan yang berbeda marga.

Amang Boru

  • Panggilan kepada suami dari saudari kandung ayah.
  • Panggilan kepada suami dari perempuan semarga yang urutan generasinya dalam marga setingkat dengan ayah.

Namboru

  • Disingkat pula sebagai "bou".
  • Panggilan kepada saudara perempuan ayah.
  • panggilan terhadap perempuan semarga yang urutan generasinya dalam marga setingkat ayah.

Amang (Na)poso / Bapa (Na)poso / Apa (Na)poso

  • Panggilan perempuan kepada keponakan laki-laki dari saudara laki-lakinya
  • Panggilan perempuan kepada laki-laki yang memanggilnya namboru.
  • Panggilan perempuan kepada semua laki-laki semarga yang urutan generasinya dalam marga lebih besar (muda).

Inang (Na)poso

  • Panggilan perempuan kepada istri dari amang naposo.
  • Panggilan perempuan kepada menantu perempuan dari saudara laki-lakinya.

Iboto/Ito

  • Hanya digunakan antar laki-laki dengan perempuan.
  • Panggilan laki-laki kepada saudari kandung.
  • Panggilan perempuan kepada saudara kandung.
  • Panggilan laki-laki kepada perempuan semarga.
  • Panggilan perempuan kepada laki-laki semarga.

Pariban/Poriban

  • Panggilan laki-laki kepada laki-laki jika keduanya menikahi perempuan dari marga yang sama.
  • Panggilan laki-laki kepada anak perempuan dari saudara laki-laki kandung ibu.
  • Panggilan laki-laki kepada anak perempuan dari laki-laki yang semarga dengan ibu.
  • Panggilan perempuan kepada perempuan yang berasal dari marga yang sama.
  • Panggilan perempuan kepada anak laki-laki dari saudari kandung ayah.

Inang Bao

  • Panggilan laki-laki kepada istri dari saudara laki-laki istrinya.
  • Panggilan laki-laki kepada istri dari tunggane.

Amang Bao

  • Panggilan perempuan kepada suami dari saudara perempuan suaminya.
  • Panggilan perempuan kepada suami dari eda.

Ompu/Ompung (dibaca oppu/oppung)

  • Secara khusus, panggilan kepada kedua orang tua kandung dari ayah dan ibu kandung. Secara umum, panggilan kepada setiap orang tua yang usianya setara dengan orang tua ayah/ibu.

Ompung Doli (dibaca oppung doli)

  • Panggilan kepada ompung berjenis kelamin laki-laki (kakek).

Ompung Boru (dibaca oppung boru)

  • Panggilan kepada ompung berjenis kelamin perempuan (ibu).

Ompung Suhut (dibaca oppung suhut)

  • Panggilan kepada ompung (ompung doli dan ompung boru) dari pihak ayah.

Ompung Bao (dibaca oppung bao)

  • Panggilan kepada ompung (ompung doli dan ompung boru) dari pihak ibu.

Pahompu/Hompu

  • Panggilan kepada keturunan dari anak laki-laki dan anak perempuan (cucu) dan orang-orang seusia cucu.

Demikian informasi tentang istilah kekerabatan dalam suku Batak. Dapatkan update berita pilihan lainnya hanya di VOI.ID.