Prabowo: Kita Jumpa di Retret, Kepala Daerah yang Ragu Boleh Mundur
JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto berpesan pada ratusan kepala daerah yang baru dilantik serentak di Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis, untuk segera mengikuti retret atau pembekalan di Akademi Militer, Magelang, pada 21–28 Februari 2025.
Dalam sambutannya yang singkat usai melantik serentak 961 kepala daerah terpilih, Presiden Prabowo mengatakan akan menjumpai mereka lagi pada retret, serta mengimbau mereka untuk kuat menjalankan pembekalan itu.
"Saya kira saya tidak akan lama karena kita akan jumpa dalam retret yang akan dilaksanakan oleh Menteri Dalam Negeri di Magelang. Saya akan jumpa saudara di situ dan mudah-mudahan saudara akan kuat. Yang ragu-ragu boleh mundur," kata Presiden Prabowo dikutip dari Antara.
Sebelum mengakhiri sambutannya, Presiden menekankan bahwa kepala daerah yang terpilih merupakan pilihan rakyat yang akan menjadi pelayan rakyat.
Oleh sebab itu, Kepala Negara meminta agar para kepala daerah dapat mengabdi maksimal untuk rakyat.
"Saya sampaikan, marilah kita mengabdi kepada rakyat, kita berbuat yang terbaik untuk rakyat kita," kata Presiden.
Sementara itu, Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya Sugiarto mengatakan bahwa 40 pemateri telah disiapkan untuk kegiatan retret atau pembekalan kepala daerah di Akademi Militer (Akmil), Magelang, Jawa Tengah, mulai 21–28 Februari 2025.
Bima menjelaskan bahwa mulanya Kemendagri berencana menghadirkan seluruh menteri Kabinet Merah Putih (KMP) yang berjumlah 48 orang untuk menjadi pemateri.
Baca juga:
- Diperiksa Jadi Tersangka, Hasto Siap Ditahan dan Berompi Oranye KPK
- Berbicara dengan Mahasiswa Poltekpar NHI Bandung, Wamen Christina: #kaburajadulu Harus Diikuti Kompetensi
- Tren Kabur Aja Dulu, 10 Tips Hindari Penipuan Lowongan Kerja ke Luar Negeri
- Kubu Hasto Ngotot Minta Tunda Pemeriksaan Besok, Ketua KPK: Semoga Patuh Hukum
Akan tetapi, Kemendagri mempertimbangkan waktu pelaksanaan retret yang padat dan perlunya menghadirkan pemateri dari Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) untuk membicarakan wawasan nusantara dan ketahanan nasional.