Dinas PUPR Mataram Tangani Tanggul Jebol Akibat Cuaca Ekstrem

MATARAM - Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat, menyiapkan skenario intervensi penanganan sejumlah tanggul yang jebol akibat cuaca ekstrem yang terjadi di kota itu.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Mataram Lale Widiahning mengatakan, cuaca ekstrem yang terjadi selama sepekan mengakibatkan sejumlah tanggul jebol di beberapa aliran air sungai dan menyebabkan air masuk ke permukiman warga.

"Tanggul jebol itu antara lain di Lingkungan Marong, Selaparang, di aliran Sungai Jangkuk, Kali Unus di perbatasan Karang Genteng, dan Kali Ancar di Karang Tumbuk dan Kekalik Jaya," katanya di Mataram, Antara, Senin, 17 Februari. 

Ia mengatakan, salah satu penyebab tanggul sungai tersebut jebol karena selain debit air tinggi akibat hujan yang terjadi terus menerus selama hampir sepekan, juga dipicu arus air sungai deras sehingga terjadi kerusakan tanggul rata-rata mencapai 50-75 meter per titik.

Untuk intervensi sementara, semua titik tanggul jebol sudah dibuatkan tanggul sementara menggunakan karung berisi pasir. Kecuali untuk kerusakan tanggul di Lingkungan Marong di aliran air Kali Jangkuk.

"Khusus untuk perbaikan tanggul di Marong, langsung ditangani permanen dengan pemasangan batu beronjong menggunakan dana pokok-pokok pikiran atau pokir anggota DPRD setempat," ujarnya.

Saat ini pihaknya masih melakukan pendataan untuk menentukan panjang dan kedalaman beronjong yang akan dipasang. Dengan anggaran sekitar Rp200 juta, apakah bisa memasang beronjong hingga 150 meter atau tidak.

"Jika tidak memungkinkan, kami prioritaskan tangani titik terparah yakni sekitar 30 meter," katanya.

Begitu juga dengan titik-titik tanggul jebol lainnya, Dinas PUPR saat ini sedang berkoordinasi dengan sejumlah anggota DPRD yang daerah pemilihannya terdampak tanggul jebol agar dapat mengalihkan dana pokir untuk penanganan tanggul secara permanen.

"Insyaallah, kalau para anggota dewan di masing-masing dapil sepakat seperti di Marong, Selaparang, semua tanggul jebol bisa langsung menggunakan skenario intervensi permanen tahun ini," katanya.

Hal itu, menurut dia, tentu dapat menghindari dampak yang lebih luas, sekaligus membantu masyarakat agar terhindar dari dampak banjir susulan sehingga warga di pinggir sungai bisa tinggal lebih aman dan nyaman.