Ngotot Kuasai Gaza, Trump Beberkan Warga Palestina Bakal Dipindah ke 6 Lokasi
JAKARTA - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump ngotot memaksakan rencana AS mengambil alih Gaza di Palestina dan memidahkan warganya ke sejumlah negara.
"Saya akan memilikinya," tegas Trump dalam sesi wawancara dengan jurnalis Bret Baier dari Fox News Channel, dikutip dari AFP, Selasa 11 Februari.
Trump membeberkan warga Gaza akan ditempatkan di enam lokasi berbeda di luar Palestina. Rencana itu diketahui mendapapat penolakan keras negara-negara Arab dan komunitas internasional lainnya karena dianggap melanggar hukum internasional.
Bahkan ketika ditanya apakah warga Palestina bisa kembali ke Gaza berdasarkan rencana pengambilalihan kendali AS atas Gaza, Trump tegas menutup kemungkinan tersebut.
"Tidak, mereka [warga Palestina di Gaza] tidak akan melakukannya, karena mereka akan mendapatkan perumahan yang jauh lebih baik," kata Trump.
"Dengan kata lain, saya berbicara tentang membangun tempat permanen bagi mereka karena jika mereka harus kembali sekarang, akan butuh waktu bertahun-tahun sebelum Anda bisa melakukannya — tempat itu tidak layak huni," sambung Trump.
Baca juga:
- Sudah Diperiksa Bareskrim, Tapi Status Kades Kohod Belum Tersangka
- Kasus Nikita Mirzani Diduga Peras dan Ancam Reza Gladys, Polda Metro: Naik Penyidikan
- Bukan Rekomendasikan Urusi Distribusi, KPK Justru Soroti Penerima Subsidi Gas LPG 3 Kg
- Menlu AS Siap Kunjungi Israel-Negara Arab Tindaklanjuti Trump Usir Warga Palestina dari Gaza
Trump secara mengejutkan menyatakan akan mengambil alih control atas Gaza dan memindahkan warganya ke negara-negara tetangga Palestina. Pernyataan Trump itu disampaikan saat konferensi pers bersama dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu di AS pada Selasa pekan lalu.
Trump gencar berencana memindahkan warga Palestina dari Gaza sejak 25 Januari. Trump berdalih membangun kembali wilayah yang hancur lebur itu akibat serangan militer Israel.