Ini Alasan Pria Lebih Banyak Bakar Kalori Ketimbang Wanita saat Berhubungan Seks

JAKARTA - Seks tidak hanya menyenangkan, tetapi juga bisa menjadi aktivitas yang bisa membakar kalori. Menariknya, penelitian menunjukkan bahwa pria cenderung membakar lebih banyak kalori dibandingkan wanita saat berhubungan seks.

Dilansir VOI dari laman NY Post pada Rabu, 5 Januari, menurut penelitian, pria rata-rata membakar sekitar 101 kalori selama aktivitas seks. Sedangkan wanita hanya membakar sekitar 69 kalori.

Menurut Profesor Leah Millheiser, pakar kesehatan seksual dari Stanford Health, perbedaan ini disebabkan oleh peran yang dimainkan selama hubungan intim. Pria yang lebih aktif dalam gerakan, seperti memimpin atau mendominasi posisi tertentu, sehingga membakar lebih banyak kalori.

Namun, hal ini bukan berarti wanita tidak bisa membakar lebih banyak kalori. Millheiser menambahkan wanita dapat meningkatkan pembakaran kalori jika mereka mengambil peran lebih aktif, misalnya dengan berada di posisi atas.

Tingkat pembakaran kalori dalam aktivitas seksual sangat bervariasi tergantung pada beberapa faktor, seperti durasi, intensitas, posisi, dan lokasi.

Pakar seks dan pembawa acara podcast Emily Morse menjelaskan bahwa tidak ada dua pengalaman seksual yang benar-benar sama. Hubungan intim bisa berupa sesi cepat selama 5 menit atau aktivitas yang lebih atletis dan berlangsung berjam-jam, sehingga jumlah kalori yang terbakar pun akan berbeda.

Sebuah studi dari perusahaan mainan seks Lelo mengungkapkan bahwa beberapa posisi tertentu, seperti the butter churner (berbaring mengangkat kaki) dan posisi berdiri, dapat membakar lebih banyak kalori dibandingkan posisi lainnya.

Dr. Jason Karp, seorang ilmuwan olahraga, memperkirakan bahwa rata-rata hubungan seksual membakar sekitar 3 hingga 4 kalori per menit, meskipun data spesifik mengenai jumlah kalori yang terbakar berdasarkan posisi masih terbatas.

Jika tujuan Anda adalah meningkatkan stamina di ranjang, pakar seks Jaimee Bell menyarankan untuk mencoba berbagai posisi agar tubuh lebih aktif dan bervariasi.

Meskipun seks dapat membakar kalori dan meningkatkan detak jantung, para ahli menegaskan bahwa aktivitas ini tidak bisa sepenuhnya menggantikan olahraga rutin di gym.

Menurut Karp, seks setara dengan berjalan kaki dengan kecepatan 3–6 km per jam, yang masih jauh dibandingkan dengan manfaat kardiovaskular dari olahraga seperti berlari, bersepeda, atau angkat beban. Selain itu, durasi seks biasanya lebih singkat dibandingkan sesi latihan di gym.

Namun, seks tetap memberikan berbagai manfaat bagi kesehatan. Selain mencapai orgasme, seks juga penting untuk kesejahteraan emosional dan fisik. Jaimee Bell menyebut bahwa seks membantu kita lebih terhubung dengan tubuh dan hidup di saat ini. Morse juga menambahkan bahwa seks adalah salah satu pilar utama kesehatan pribadi, setara dengan tidur berkualitas dan pola makan yang baik.

Jadi, meskipun seks bukan pengganti olahraga di gym, aktivitas ini tetap memberikan manfaat bagi tubuh dan pikiran, terutama jika dilakukan dengan variasi dan intensitas yang lebih tinggi.