Berdiri Lama Bisa Membakar Banyak Kalori? Ini Penjelasan Dokter
JAKARTA - Bicara soal membakar kalori, kebanyakan orang langsung memikirkan aktivitas fisik yang intens seperti berlari, bersepeda, atau angkat beban.
Namun, tahukah Anda berdiri juga bisa membakar kalori? Meskipun tampak sederhana, aktivitas ini ternyata memiliki manfaat bagi kesehatan dan bisa berkontribusi pada pembakaran kalori dalam tubuh.
Beberapa dokter mengatakan bahwa sedikit usaha ekstra, seperti berdiri lebih lama bisa membantu membakar lebih banyak lemak. Menurut para ahli, menghabiskan lebih banyak waktu dengan berdiri dapat membantu membakar kalori, bahkan tanpa perlu bergerak banyak.
Ada banyak alasan kita sebaiknya lebih sering berdiri. Menurut Dr. Mani Singh, seorang dokter spesialis kedokteran olahraga dan asisten profesor di Columbia University Medical Center menyebut rata-rata orang dewasa di Amerika Serikat duduk selama 6-8 jam per hari.
Aktivitas yang termasuk dalam kategori gaya hidup sedentary (banyak duduk), meliputi pekerjaan kantoran, mengemudi, menonton televisi, atau aktivitas lain yang melibatkan duduk dalam waktu lama tanpa banyak pergerakan.
Dr. Shane Davis, dokter kedokteran olahraga di Tufts Medical Center, menambahkan perilaku sedentary berkontribusi pada berbagai masalah kesehatan seperti obesitas, kanker, penyakit kardiovaskular, dan diabetes.
"Sebuah penelitian menunjukkan duduk lebih dari 10 jam per hari dapat meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular secara signifikan. Penelitian lain juga menyebutkan bahwa duduk lebih dari delapan jam per hari dapat meningkatkan risiko kematian serupa dengan obesitas dan merokok,” jelasnya, dikutip VOI dari laman The Healthy pada Selasa, 4 Februari.
Kabar baiknya, berdiri lebih lama tidak hanya membantu mengurangi risiko kesehatan tersebut. Tetapi juga dapat membantu membakar kalori tanpa usaha ekstra.
Menurut Dr. Singh, berbagai penelitian menunjukkan berdiri dapat membakar lebih banyak kalori dibandingkan dengan duduk. Ini disebabkan oleh aktivasi otot yang lebih besar saat berdiri.
“Saat berdiri, lebih banyak otot yang menegang untuk melawan gravitasi dan menopang berat badan. Hal ini meningkatkan metabolisme dan produksi panas tubuh, yang pada akhirnya berkontribusi pada peningkatan pengeluaran energi,” jelasnya.
Baca juga:
Dr. Davis menambahkan jumlah kalori yang terbakar saat berdiri dibandingkan dengan duduk bervariasi pada setiap individu. Faktor seperti massa otot, tingkat metabolisme basal (BMR), usia, tinggi badan, serta pola makan dan tingkat kebugaran seseorang dapat memengaruhi jumlah kalori yang terbakar.
Sebuah studi tahun 2019 yang diterbitkan di PloS One mengukur tingkat metabolisme basal peserta dalam tiga posisi, yakni duduk, berbaring, dan berdiri. Hasilnya menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan signifikan antara jumlah kalori yang terbakar saat duduk dan berbaring. Namun, berdiri meningkatkan pengeluaran energi sekitar 10% lebih tinggi dibandingkan dengan duduk.
Sebagai gambaran, penelitian yang dipublikasikan di European Journal of Preventive Cardiology memperkirakan seseorang dengan berat badan sekitar 65 kg yang mengganti enam jam waktu duduk dengan berdiri dapat membakar sekitar 54 kalori tambahan per hari.
Meskipun jumlah ini tampak kecil, dalam setahun jumlahnya bisa mencapai sekitar 2,5 kg lemak tubuh yang terbakar, hanya dengan berdiri lebih lama. Meski demikian, Dr. Davis mengingatkan bahwa berdiri bukanlah pengganti olahraga.
"Meskipun mengganti waktu duduk dengan berdiri bermanfaat, kita tetap perlu melakukan aktivitas fisik secara rutin untuk kesehatan yang optimal,” katanya.
Faktanya, penelitian di Journal of the American Heart Association menunjukkan bahwa orang yang duduk lebih dari 11 jam per hari memiliki risiko kematian 57% lebih tinggi, bahkan jika mereka rutin berolahraga
“Olahraga memang bermanfaat, tetapi aktivitas sepanjang hari juga sangat berpengaruh terhadap kesehatan,” tambah Dr. Davis.
Dr. Singh menyarankan untuk menggabungkan kebiasaan berdiri dengan aktivitas yang sudah kita nikmati.
"Misalnya, berjalan santai di taman setiap hari atau berdiri saat iklan televisi diputar,” katanya.
Beberapa cara lain untuk meningkatkan waktu berdiri dalam sehari meliputi:
- Berdiri saat rapat atau menerima telepon.
- Berdiri saat melakukan pekerjaan rumah tangga.
- Menggunakan transportasi umum dengan berdiri daripada duduk di mobil.
Bagi yang ingin pendekatan lebih terstruktur, metode 20-8-2 yang dikembangkan oleh Alan Hedge, profesor ergonomi dari Cornell University, bisa dicoba. Metode ini menyarankan agar setiap 20 menit duduk, kita berdiri selama 8 menit, lalu bergerak selama 2 menit, seperti berjalan atau meregangkan badan.
“Gunakan alarm di ponsel atau smartwatch untuk mengingatkan diri agar lebih sering berdiri dan bergerak." saran Dr. Singh.