Hamas Bebaskan 2 Sandera Warga Israel Lewat Fasilitator Palang Merah di Gaza

JAKARTA - Kelompok militan Palestina Hamas menyerahkan sandera Israel Yarden Bibas dan Ofer Kalderon pada Sabtu. Sedangkan Keith Siegel WN ganda Amerika-Israel diperkirakan akan dibebaskan dalam tahap terbaru gencatan senjata yang bertujuan untuk mengakhiri perang 15 bulan di Gaza.

Dilansir Reuters, Sabtu, 1 Februari, militer Israel mengkonfirmasi mereka telah menerima Kalderon, seorang berkewarganegaraan ganda Perancis-Israel dan Bibas setelah keduanya diserahkan kepada seorang pejabat Palang Merah di kota Khan Younis, Gaza selatan.

Siegel diperkirakan akan diserahkan di pelabuhan laut Kota Gaza pada Sabtu malam.

Bibas adalah ayah dari dua sandera termuda, bayi Kfir, yang baru berusia 9 bulan ketika ia diculik oleh orang-orang bersenjata pimpinan Hamas pada 7 Oktober 2023. Sedangkan Ariel berusia 4 tahun pada saat serangan lintas batas terjadi.

Hamas mengatakan pada November 2023, anak laki-laki tersebut dan ibu mereka Shiri, yang diculik pada saat yang sama, tewas dalam serangan udara Israel. Sejak saat itu, belum ada kabar mengenai mereka.

Israel diperkirakan akan memindahkan 182 tahanan dan tahanan Palestina, kata Hamas.

Selain itu dilaporkan bakal ada warga Palestina pertama yang melakukan perjalanan dari Gaza ke Mesir melalui penyeberangan Rafah yang baru dibuka kembali.

Jalur ini awalnya akan dibuka untuk 50 militan yang terluka dan 50 warga sipil yang terluka, bersama dengan orang-orang yang mengawal mereka.

Sementara 100 orang lainnya, kemungkinan besar pelajar, disebut diizinkan masuk karena alasan kemanusiaan.

Penyerahan pada Sabtu tidak memperlihatkan kekacauan seperti yang terjadi pada penyerahan sebelumnya pada Kamis, ketika penjaga Hamas berjuang untuk melindungi sandera dari kerumunan massa di Gaza.

Kalderon dan Bibas keduanya sempat naik panggung di Khan Younis, di depan poster tokoh Hamas termasuk Mohammad Deif, mantan komandan militer yang kematiannya dikonfirmasi oleh Hamas minggu ini, sebelum diserahkan kepada pejabat Palang Merah.

Tujuh belas sandera, termasuk lima warga Thailand yang dibebaskan pada Kamis, kini telah dibebaskan dengan imbalan 400 tahanan dan tahanan Palestina.