3 Alasan Perut Merasa Lapar saat Stres

JAKARTA - Banyak orang yang merasakan lapar dan berkeinginan untuk terus makan ketika merasa stres. Fenomena ini sering disebut sebagai comfort eating atau makan untuk kenyamanan.

Seseorang yang sedang stres dan berkeinginan untuk terus makan tersebut ternyata disebabkan oleh beberapa hal. Berikut penjelasannya, dikutip dari Good Food.

1. Makan demi merasa tenang

Ketika merasa stres, tubuh memproduksi hormon kortisol, yang bertanggung jawab atas rasa tegang dan cemas. Seseorang yang stres akan berusaha mencari sesuatu yang bisa membuat mereka merasa tenang, termasuk makanan.

Makanan manis dan tinggi lemak seperti cokelat bisa membantu menurunkan kadar kortisol sementara. Menurut ahli gizi, makanan ini dapat memberikan efek hedonis, yang artinya seseorang bisa merasa tenang dan senang saat memakannnya.

Mungkin Anda pernah makan sepotong cokelat dan tiba-tiba merasa lebih baik. Otak mencatat bahwa makanan ini membantu mengurangi stres, sehingga saat stres otak akan secara otomatis meminta untuk memakannya terus menerus.

2. Pola tidur yang buruk

Stres bisa membuat seseorang mengalami pola tidur yang buruk. Ketika Anda kurang tidur, hormon tubuh akan menjadi tidak seimbang, termasuk hormon ghrelin yang bertugas membuat rasa lapar kian meningkat.

Sementara hormon leptin yang memberi tahu tubuh sudah kenyang justru akan menurun. Hal ini mengakibatkan tubuh merasa lapar terus-menerus, bahkan setelah Anda mengonsumsi banyak makanan.

3. Kesulitan mengatur porsi makan

Ketika merasa stres, seseorang sering kehilangan kendali atas banyak hal, termasuk porsi makanan yang dikonsumsi. Ini terjadi karena otak terus mengasosiasikan bahwa makanan yang dikonsumsi memberikan rasa nyaman.

Namun, perlu diketahui bahwa efek nyaman tersebut hanya sementara. Setelah makan selesai, stres sering kali kembali dan membuat Anda ingin makan dengan lebih banyak, dan akan terus berlanjut jika stres Anda tidak diatasi.