Aset Dana Pensiun Capai Rp1.508,21 Triliun hingga Akhir 2024
JAKARTA - Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Mahendra Siregar menyampaikan hingga Desember 2024 total aset industri dana pensiun Indonesia capai Rp1.508,21 triliun atau naik 7,31 persen secara year on year (yoy).
"Di sisi industri dana pensiun, total aset dana pensiun per Desember 2024 tumbuh sebesar 7,31 persen (yoy) menjadi sebesar Rp1.508,21 triliun dengan aset dana pensiun sukarela sebesar Rp382,54 triliun atau tumbuh 3,75 persen (yoy)," ujar nya dalam Konferensi Pers Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK), Jumat, 24 Januari.
Mahendra menyampaikan outstanding penjaminan per Desember 2024 tercatat terkontraksi 0,71 persen (yoy ) menjadi Rp419,90 triliun dan aset terkontraksi sebesar 0,04 persen (yoy) menjadi Rp46,39 triliun.
Selain itu, Mahendra menyampaikan pada sektor Perasuransian, Penjaminan dan Dana Pensiun (PPDP), aset industri asuransi per Desember 2024 mencapai Rp1.133,87 triliun atau tumbuh 2,03 persen (yoy).
Selanjutnya, Mahendra mengatakan, kinerja asuransi komersil berupa akumulasi pendapatan premi mencapai Rp336,65 triliun, tumbuh 4,91 persen (yoy).
"Permodalan di industri asuransi komersial pada Desember 2024 masih memadai, dengan Risk Based Capital (RBC) industri asuransi jiwa tercatat sebesar 420,67 persen dan asuransi umum dan reasuransi sebesar 325,93 persen, di atas ambang batas 120 persen," ujarnya.
Adapun pada sektor Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya (PVML), piutang pembiayaan Perusahaan Pembiayaan (PP)tumbuh sebesar 6,82 persen (yoy) pada Desember 2024 menjadi Rp530,46 triliun, didukung pembiayaan investasi yang meningkat sebesar 9,66 persen (yoy).
Sementara itu, profil risiko perusahaan pembiayaan terjaga dengan rasio non-performing financing (NPF) net tercatat sebesar 0,75 persen dan NPF gross sebesar 2,70 persen.
Mahendra menambahkan, Gearing ratio perusahaan pembiayaan masih berada pada level yang memadai dan tercatat sebesar 2,31 kali, masih jauh di bawah batas maksimum 10 kali.
Baca juga:
Sedangkan itu, pertumbuhan pembiayaan modal ventura di Desember 2024 terkontraksi sebesar 8,72 persen (yoy), dengan nilai pembiayaan tercatat sebesar Rp16,48 triliun.
"Pada industri fintech peer to peer (P2P) lending, outstanding pembiayaan tercatat tumbuh sebesar 29,14 persen (yoy) atau sebesar Rp77,02 triliun dan penyaluran kepada sektor produktif sebesar Rp8,45 triliun (30,19 persen dari total pembiayaan P2P)," tuturnya.
Mahendra menyampaikan tingkat risiko kredit macet secara agregat (TWP90) masih dalam kondisi terjaga di posisi 2,60 persen.