Paduan Suara Terbesar di Inggris Putuskan Tak Lagi Bawakan Lagu Every Breath You Take dari The Police
JAKARTA - Rock Choir sebagai paduan suara terbesar di Inggris mengatakan bahwa mereka tidak akan lagi menampilkan lagu The Police yang berjudul “Every Breath You Take”.
Sebelumnya, hits dari album “Synchronicity” (1983) jadi salah satu repertoar yang kerap dibawakan Rock Choir yang memiliki anggota lebih dari 31 ribu.
Adapun pelarangan membawakan “Every Breath You Take” dikarenakan konten lirik lagunya, yang disebut menggambarkan hubungan yang penuh kekerasan di mana sang tokoh utama tampak menguntit seseorang yang menarik perhatian.
Lewat sebuah surat kepada seluruh anggota paduan suara, Caroline Redman Lusher selaku pendiri Rock Choir menjelaskan, keputusan untuk menghentikan semua penampilan lagu tersebut di masa mendatang dibuat karena dampak negatif yang ditimbulkan pada beberapa anggota.
“Rockies terkasih, setelah banyak berpikir dan berdiskusi dengan beberapa anggota tim, saya telah membuat keputusan sulit untuk menghapus ‘Every Breath You Take’ dari repertoar,” kata Lusher dalam suratnya, mengutip Far Out Magazine, Jumat, 24 Januari.
“Saya belum pernah menghapus lagu sebelumnya, tetapi karena dampak narasi tersebut terhadap beberapa Rockies dan potensi – jika diajarkan – perasaan yang lebih negatif dan menantang dari anggota yang lebih luas, saya rasa akan lebih bijaksana untuk mengganti lagu tersebut,” sambungnya.
Baca juga:
Adapun, Rock Choir memiliki kelompok lebih dari 400 komunitas di seluruh Inggris, dan Redman Lusher dianugerahi MBE oleh Raja Charles III baru-baru ini. Penghargaan tersebut mengakui jasanya terhadap musik dan pekerjaan amal.
Sebagai informasi, Sting yang menulis lagu “Every Breath You Take” telah lama menepis klaim bahwa lagunya memuat lirik yang menyeramkan.
Pada tahun 1993, ia membahas kontroversi seputar lagu tersebut dengan mengatakan bahwa ia melihatnya sebagai pernyataan tentang Big Brother daripada sebagai seorang penguntit.
"Saya terbangun di tengah malam dengan lirik itu di kepala saya, duduk di depan piano dan menulisnya dalam waktu setengah jam," kata Sting.
"Lagu itu sendiri generik, gabungan dari ratusan lagu lainnya, tetapi liriknya menarik, kedengarannya seperti lagu cinta yang menenangkan. Saat itu saya tidak menyadari betapa menyeramkannya lagu itu. Saya pikir saya sedang memikirkan Big Brother, pengawasan dan kontrol,” tandasnya.