Palestina Kecam Serangan Israel ke Sejumlah Wilayah di Tepi Barat
JAKARTA - Kepresidenan Palestina mengutuk agresi Israel yang sedang berlangsung di sejumlah wilayah di Tepi Barat, seperti Al-Funduq, Jinsafut dan Amatin di Provinsi Qalqilya, disertai dengan tentara pendudukan yang menempatkan banyak pos pemeriksaan militer dan gerbang besi di pintu masuk ke kota-kota dan desa-desa, dengan tujuan memecah belah Tepi Barat.
Juru bicara Kepresidenan Nabil Abu Rudeineh mengatakan, kejahatan yang dilakukan oleh milisi penjajah teroris dan tentara pendudukan ini merupakan bagian dari agresi yang sedang berlangsung terhadap rakyat Palestina.
Pemerintah Israel sayap kanan berusaha menyeret Tepi Barat ke dalam konfrontasi komprehensif melalui perang diam-diam yang dilakukannya, dengan tujuan eskalasi dan menciptakan iklim kekerasan dan ketegangan, mengingat keputusan untuk mencabut sanksi terhadap penjajah mendorong mereka untuk melakukan lebih banyak kejahatan, kata Abu Rudeineh, dilansir dari WAFA 21 Januari.
Abu Rudeineh menambahkan, Palestina menyerukan kepada pemerintahan baru Amerika Serikat untuk campur tangan guna menghentikan kejahatan-kejahatan dan kebijakan-kebijakan Israel yang tidak akan mendatangkan perdamaian dan keamanan bagi siapa pun.
Baca juga:
- Wamenlu RI: Sejarah akan Menilai Apakah DK PBB Mampu Bangkit Menghadapi Tantangan atau Menjadi Tidak Relevan
- Wamenlu RI Tegaskan Dua Hal yang Harus Menjadi Fokus Utama Usai Kesepakatan Gencatan di Gaza
- Wamenlu RI Tegaskan Dewan Keamanan PBB Harus Memastikan Setiap Fase Kesepakatan Gencatan Gaza Dijalankan
- AS Donor Terbesar, Trump Tandatangani Perintah Eksekutif Keluar dari WHO
"Satu-satunya cara untuk mencapai keamanan dan stabilitas adalah dengan melaksanakan resolusi-resolusi legitimasi internasional dan Prakarsa Perdamaian Arab sebagai dasar untuk menyelesaikan masalah Palestina, mewujudkan berdirinya negara Palestina, dengan Yerusalem Timur sebagai ibu kotanya," tandasnya.