Presiden Palestina Abbas Lakukan Pembicaraan Ekstensif dengan Berbagai Pihak untuk Percepat Gencatan Senjata
JAKARTA - Juru bicara kepresidenan Palestina Nabil Abu Rudeineh mengatakan pada Hari Minggu, para pemimpin Palestina telah bekerja untuk menghentikan pertumpahan darah dan menyelamatkan rakyat Palestina dari kengerian perang, termasuk kematian, kehancuran dan pengungsian.
Abu Rudeineh menekankan, Presiden Mahmoud Abbas sedang melakukan komunikasi dan pertemuan ekstensif dengan berbagai pihak Arab dan internasional untuk mempercepat perjanjian gencatan senjata yang akan mengakhiri agresi Israel.
Upaya-upaya ini bertujuan untuk melaksanakan resolusi-resolusi internasional, termasuk Resolusi Dewan Keamanan PBB 2735, yang menyerukan gencatan senjata segera, pengiriman bantuan kemanusiaan mendesak ke Gaza, penarikan penuh pasukan Israel dari wilayah tersebut, memungkinkan Negara Palestina untuk memikul tanggung jawab penuh di Gaza.
"Sudah saatnya memaksa negara pendudukan mengakhiri perang habis-habisan terhadap rakyat kami di Gaza, menghentikan agresi dan pelanggaran di Tepi Barat, termasuk Yerusalem Timur, dan menghentikan terorisme pemukim yang sedang berlangsung terhadap tanah, rakyat, dan tempat-tempat suci Palestina," kata Abu Rudeineh, dilansir dari WAFA 13 Januari.
Dalam kesempatan tersebut, ia juga mengutuk Israel yang terus merampas tanah dan dana pajak Palestina, menggambarkan tindakan tersebut sebagai bentuk pembajakan.
Juru bicara itu menegaskan kembali, kepatuhan terhadap legitimasi Arab dan internasional sangat penting untuk mencapai keamanan dan stabilitas di kawasan tersebut.
Baca juga:
- Presiden Zelensky Siap Lakukan Pertukaran Tahanan Ukraina yang Ditahan Rusia dengan Tentara Korut
- Kementerian Dalam Negeri Palestina Peringatkan Strategi Israel Terkait Pembersihan Etnis
- Presiden Biden Serukan Gencatan Segera saat Berbicara dengan PM Netanyahu
- Presiden Zelensky Serukan Sekutu Tepati Janji Pasokan Senjata Bagi Ukraina
Diketahui, Israel melancarkan serangannya di Gaza setelah militan Palestina yang dipimpin Hamas menyerang wilayah selatannya pada Oktober 2023, menewaskan 1.200 orang dan menyandera lebih dari 250 orang, menurut penghitungan Israel, seperti melansir Reuters.
Sementara itu, sumber-sumber medis Gaza mengonfirmasi, jumlah korban tewas Palestina di kawasan kantong tersebut sejak konflik terbaru pecah telah mencapai 46.565 jiwa, sementara korban luka-luka mencapai 109.66o, mayoritas korban adalah anak-anak dan perempuan.