Penyakit Pernapasan HMPV Meningkat di China, Begini Kata WHO

JAKARTA - China saat ini mengalami peningkatan penyakit pernapasan human metapneumovirus (HMPV), yang menjadi sorotan dunia. Data dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit China (CDC) yang dirilis minggu lalu menyatakan bahwa China telah menghadapi lebih banyak kasus HMPV beberapa minggu terakhir.

Atas hal tersebut, World Health Organization (WHO) buka suara melalui juru bicaranya, Margaret Harris. Disebutkan bahwa tingkat penyakit pernapasan tersebut di China masih dalam kisaran normal.

Hal itu juga memang sudah umum terjadi pada musim dingin. Dengan itu, dari pihak WHO belum ada deklarasi atau tindakan darurat untuk menangani hal tersebut.

“Tidak ada deklarasi darurat dan tidak ada tanggapan darurat yang dipicu,” kata Margaret Harris, dikutip pada United Nation, pada Rabu, 8 Januari.

“Sistem pengawasan influenza global WHO telah mengamati peningkatan influenza di belahan bumi utara, di mana saaat ini sedang musim dingin, jadi ini sudah diduga,” tambahnya.

Margaret Harris juga mengatakan bahwa HMPV bukanlah virus baru, karena sudah teridentifikasi sejak 2001 lalu. Virus ini merupakan salah satu yang menyebabkan flu biasa dan pada umumnya tidak menyebabkan penyakit serius pada manusia.

Namun, pada beberap kasus tepatnya kelompok rentan, seperti bayi, lansia, dan orang komobid, HMPV bisa menyebabkan penyakit yang lebih serius. Meski demikian, Margaret juga menegaskan bahwa tingkat kematian kasus HMPV masih sangat rendah.

Kemudian Margaret Harris juga mengingatkan untuk melakukan langkah-langkah pencegahan penularan HMPV. Mulai dari mengenakan masker hingga mendapatkan vaksin.

“Langkah-langkah sederhana dapat mencegah penyebaran. Jika mereka memiliki gejala, orang itu harus tinggal di rumah, mengenakan masker di tempat ramai akan direkomendasikan, menutupi wajah ketika batuk dan bersih. Mencuci tangan secara teratur akan membantu, dan mendapatkan vaksin yang direkomendasikan oleh dokter,” pungkas Margaret Harris.