Pemukim Israel Paksa Masuk Kompleks Masjid Al-Aqsa
JAKARTA - Sejumlah pemukim Israel memaksa masuk kompleks Masjid Al-Aqsa di wilayah pendudukan Yerusalem dengan pengawalan ketat dari polisi Israel, menurut sejumlah saksi.
Para pemukim Israel itu menyerbu masuk ke masjid dari Pintu Gerbang Maroko dan melakukan aksi provokatif di kompleks masjid. Mereka juga melakukan ritual Talmud di sana, ungkap saksi dilansir ANTARA dari WAFA, Senin, 8 Januari.
Talmud merupakan ritual yang dilakukan penganut agama Yahudi, yakni membacakan catatan serta hukum-hukum dalam bahasa Ibrani.
Insiden terbaru itu menambah ketegangan di sekitar Masjid Al-Aqsa, yang merupakan situs ketiga paling dihormati dalam Islam.
Penerobosan pemukim Israel di kompleks masjid Al-Aqsa sering kali menuai kecaman dari pejabat Palestina dan otoritas agama.
Baca juga:
- Menlu Retno Tegaskan Politik Luar Negeri Indonesia Tidak Transaksional
- Anies Dianggap Masih Jadi Raja Debat dengan Seni Adu Argumen
- Anies Sindir Kegagalan Food Estate, Mentan: Pertanian Bukan untuk Diperdebatkan
- Anies Beri Skor 11 dari 100 Kinerja Menhan Prabowo karena Tak Pikirkan Nasib Kesejahteraan Prajurit
Departemen Wakaf Yerusalem yang dikelola Yordania adalah otoritas khusus yang bertanggung jawab mengawasi situs-situs suci di Yerusalem, termasuk Al Aqsa.
Pihak departemen tersebut berulang kali menyerukan intervensi internasional untuk mencegah penyerbuan semacam ini, yang dianggap sebagai tantangan langsung terhadap status quo situs suci tersebut sekaligus penghinaan terhadap perasaan umat Islam di seluruh dunia.
Sejak 2003 otoritas pendudukan Israel mengizinkan para pemukimnya untuk memasuki kompleks Masjid Al-Aqsa hampir setiap hari, kecuali pada Jumat.