Nikah Massal di Bangka, Tradisi Unik yang Memikat Wisatawan Diusulkan Jadi Kalender Pariwisata

SUNGAILIAT - Pemerintah Kabupaten Bangka berencana mengangkat acara nikah massal ke dalam kalender pariwisata untuk menarik perhatian para wisatawan. Langkah ini mendapatkan dukungan dari Kepala Kejaksaan Tinggi (Kejati) Bangka Belitung, Asep Maryono, yang melihat potensi besar dalam merayakan tradisi unik ini.

"Saya mendukung jika nikah massal ditetapkan menjadi kalender pariwisata yang setiap tahun digelar karena memiliki ciri khas tersendiri yang selama ini belum banyak dikenal masyarakat," kata Asep Maryono.

Menurutnya, langkah ini akan membantu lebih banyak orang mengenal keindahan dan keunikan budaya daerah tersebut.

Dengan menjadikan nikah massal sebagai bagian dari kalender pariwisata, Asep Maryono berpendapat bahwa kegiatan ini akan menarik lebih banyak wisatawan.

"Terutama wisatawan mancanegara, berkunjung ke suatu daerah tidak hanya sekadar ingin melihat keindahan objek wisata, melainkan juga tertarik ingin adat istiadat atau budaya di daerah tujuan," sambungnya.

Sementara Bupati Bangka, Mulkan, menjelaskan alasan di balik langkah ini. Selain memberikan pasangan kurang mampu legalitas pernikahan secara gratis, tradisi nikah massal juga akan menjadi daya tarik sendiri bagi para wisatawan.

"Saya optimis, kegiatan nikah massal dilanjutkan dengan resepsi massal kemudian 'Nganggung' atau makan bersama dengan tamu undangan menggunakan 'Dulang', akan menjadi perhatian tersendiri bagi wisatawan," ungkapnya, dikutip ANTARA, Sabtu, 5 Agustus.

Tidak hanya itu, Kabupaten Bangka juga memiliki banyak objek wisata menarik yang tersebar di seluruh wilayah kecamatan. Wisata pantai, kuliner, dan budaya menjadi beberapa daya tarik yang dapat dinikmati oleh wisatawan dalam dan luar negeri.

Dengan langkah kreatif ini, Bangka Belitung berusaha untuk menggabungkan tradisi lokal dengan industri pariwisata, menghadirkan pengalaman yang unik dan berkesan bagi para pengunjung.