Masker Langka Akibat Habisnya Bahan Baku di China

JAKARTA - Pemprov DKI menindaklanjuti laporan masyarakat soal kelangkaan masker bedah dan masker N95 di Jakarta. Kelangkaan tersebut dikeluhkan karena berujung naiknya harga masker. 

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (PPKUKM) DKI Elizabeth Ratu Rante Allo menyebut kelangkaan masker disebabkan habisnya stok bahan baku dari China. 

"Berdasarkan hasil rapat kami, bahan bakunya memang habis. Itu kan bahan bakunya impor dari China. Karena ada kasus virus corona, produksinya juga pasti berkurang," kata Ratu saat ditemui di Balai Kota, Jakarta Pusat, Selasa, 18 Februari. 

Ratu bilang, Pemprov DKI dan jajaran Polda Metro Jaya membentuk tim terpadu untuk melakukan inspeksi pengecekan harga masker ke pasar-pasar. Mengingat, kekhawatiran akan penyebaran penyakit COVID-19 melekat pada masyarakat. Otomatis, kebutuhan penggunaan masker semakin besar. 

"Contohnya, kita akan mengunjungi Pasar Pramuka yang memang menjual alat-alat kesehatan," ucap dia. "Karena kalau satu kardus masker dihargai satu juta rupiah, itu enggak normal."

Lebih lanjut, tim terpadu ini juga akan mengusut dugaan penimbunan masker dari oknum penjual. "Kalau umpamanya ada pengusaha yang menimbun bahan pokok di saat kondisi negara kurang bagus, tentu itu ada pidananya," ungkapnya. 

Diketahui, sejak berita penyebaran virus corona marak, masker seperti barang langka yang sulit dicari. Sekretaris Jenderal Himpunan Pedagang Pasar Pramuka Yoyon mengatakan keberadaan masker mulai menipis di Pasar Pramuka, Jakarta Timur, karena sudah mulai jarang sales yang mengantar masker terutama yang berjenis N95.

"Dari sales sendiri tidak mendapatkan, menyuplaikan ke Pasar Pramuka. Jadi antartoko yang nyari-nyari. Secara resminya itu bisa dibilang tidak ada lagi (supply)," kata Yoyon, Senin, 3 Februari.

Dia juga menjelaskan, sejumlah toko sudah tidak lagi menjual masker dengan jenis N95. Kalau pun ada yang menjual, harganya lebih mahal drastis ketimbang harga sebelumnya.

Jika sebelum penyebaran virus corona masker dijual seharga Rp200 ribu per kotak dengan isi 20 buah, kini, menurut Yoyon, satu kotak masker N95 bisa dijual hingga mencapai Rp1,3 juta.

Meski harganya melonjak karena langka, dia mengatakan, masih cukup banyak masyarakat yang mencari masker tersebut, terutama warga negara China yang tinggal di Indonesia dan ingin memberi bantuan bagi keluarga mereka yang ada di Negeri Panda tersebut dengan mengirimkan masker dari Indonesia.

Karenanya, Yoyon menyarankan pemerintah memperhatikan kesediaan masker di Indonesia sebelum memberi bantuan ekspor masker ke China.

"Alangkah kasihannya kita, (negara) luar kita kasih bantuan kayak gitu sementara di sini harga melonjak di luar kewajaran karena kelangkaan masker itu sendiri," ujar Yoyon.