BSD, Pengembang Properti Milik Konglomerat Eka Tjipta Widjaja Sisihkan Keuntungan 2021 Senilai Rp1,35 Triliun sebagai Laba Ditahan

JAKARTA - Pengembang properti dari Sinar Mas Land milik konglomerat Eka Tjipta Widjaja, PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE) mendapatkan persetujuan dari pemegang saham untuk menyisihkan Rp1,35 triliun untuk laba ditahan dan Rp2 miliar sebagai dana cadangan.

Hal tersebut telah disepakati lewat Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) yang dilaksanakan pada 14 Juni 2022. Direktur Bumi Serpong Damai Hermawan Wijaya mengatakan, dengan adanya keputusan ini, maka menambah struktur permodalan BSDE untuk mengembangkan proyek-proyek properti di tahun 2022.

"Selain sebagai mitigasi resiko, dengan adanya keputusan pemegang saham tersebut maka Perseroan memiliki fundamental permodalan yang solid untuk menjamin pendanaan dan penyelesaian atas proyek-proyek properti yang dikelola," ujar dalam siaran pers, dikutip Senin 20 Juni.

BSDE saat ini memiliki persediaan real estat sebesar Rp5,73 triliun yang terdiri dari akun Tanah dan Bangunan yang siap Dijual dan Bangunan yang Sedang Dikonstruksi.

Untuk persediaan dalam kategori Tanah dan Bangunan yang Siap Dijual hingga akhir Maret 2022 tercatat sebesar Rp3,21 triliun. Proyek BSD City dan The Element tercatat sebagai proyek dengan persediaan terbesar yakni Rp2,01 triliun.

Kemudian proyek dengan persediaan Tanah dan Bangunan yang Siap Dijual terbesar selanjutnya adalah Klaska Residence Rp286,19 miliar dan South Gate Rp239,71 miliar. Sedangkan kategori Bangunan yang Sedang Dikonstruksi tercatat memiliki persediaan senilai Rp2,52 triliun.

Adapun, proyek BSD City dan The Element masih menjadi proyek dengan kontribusi tertinggi yakni Rp788,32 miliar. Hermawan menjelaskan, besarnya persediaan tersebut menggambarkan potensi BSDE atas prospek pendapatan di masa mendatang.

"Kami terus berupaya meningkatkan produksi real estat yang berkualitas untuk memenuhi tingginya permintaan konsumen," tutur Hermawan.

Selain itu, pulihnya aktivitas masyarakat dan perekonomian pada masa transisi dari pandemi ke endemi membuat manajemen BSDE optimistis. Pemulihan ini dinilai akan mendorong pertumbuhan ekonomi yang berujung pada peningkatan daya beli masyarakat.

Hermawan meyakini target prapenjualan Rp 7,7 triliun hingga akhir tahun 2022 akan tercapai. Terlebih dukungan pemerintah berupa insentif keringanan PPN masih berlanjut di tahun ini.