KSP Moeldoko: Saatnya Industri Kendaraan Listrik Indonesia Mandiri

JAKARTA - Kepala Staf Kepresidenan RI Moeldoko menekankan Indonesia memiliki potensi besar menuju kemandirian dalam industri kendaraan listrik.

"Kunci dalam industri mobil listrik ada tiga. Motor, baterai, dan kontroler,” kata Moeldoko saat berkunjung ke Pusat Unggulan Iptek Perguruan Tinggi (PUI-PT) Teknologi Penyimpanan Energi Listrik Universitas Sebelas Maret (UNS), di Solo, dilansir Antara, Selasa, 7 Desember.

Sayangnya, menurut Moeldoko, sampai saat ini Indonesia masih tergantung pada impor ketiga kunci utama itu.

Moeldoko berharap ketergantungan ini segera berakhir. Sebab PUI UNS sudah sangat maju dalam riset dan pengembangan teknologi baterai. Sementara untuk controlling, ITS Surabaya juga sedang dalam tahap pengembangan riset.

"Perlu partner strategic, agar hasil riset bisa dibuat dalam skala industri," kata Moeldoko.

Moeldoko mengingatkan, Indonesia mempunyai cadangan nikel dan cobalt terbesar di dunia sebagai bahan dasar pembuatan baterai.

Menurut mantan Panglima TNI itu, Presiden Joko Widodo juga memiliki komitmen sangat besar terhadap COP26 yang mengatur tentang emisi dalam kaitan perubahan iklim dunia. Sehingga Presiden akan sangat mendukung industri terbarukan.

"Ini momentum dan potensi bagi Indonesia untuk melompat ke depan dalam industri kendaraan listrik," tutur Moeldoko menyampaikan pesan Presiden.

Dalam kesempatan itu, Rektor UNS Profesor Jamal Widodo menyampaikan riset dan pengembangan teknologi penyimpanan listrik UNS sudah dilakukan sejak 2012, dan sudah diujicobakan untuk sepeda listrik, motor, dan mobil listrik.

"Melihat langsung PUI baterai lithium yang sudah dikembangkan sejak beberapa tahun lalu, kami optimistis ini (PUI baterai lithium) akan makin berkembang ke depan," ujar Prof. Jamal.

Usai melakukan diskusi, Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko bersama Rektor UNS Jamal Wiwoho meninjau langsung laboratorium PUI-PT Teknologi Penyimpanan Energi Listrik Universitas Sebelas Maret (UNS).