JAKARTA - Diet bagi para pecinta makanan manis dapat memberikan tantangan tersendiri. Keinginan untuk konsumsi makanan manis tidak bisa dilakukan dengan mudah, karena dapat berdampak pada proses penurunan berat badan.
Namun, sebenarnya tak perlu terlalu khawatir karena konsumsi makanan manis saat diet masih bisa dilakukan, dengan mengetahui waktu yang ideal. Selain porsinya yang diperhatikan, kapan waktu terbaik konsumsi makanan manis juga penting diperhatikan agar tidak merusak diet.
BACA JUGA:
Ahli gizi, Maya Feller, mengatakan bahwa konsumsi makanan manis dapat dilakukan pada siang dan malam hari. Namun, untuk konsumsi di malam hari disarankan tidak terlalu larut malam.
“Idealnya makanan manis boleh dikonsumsi antara waktu makan siang dan makan malam, dan sebaiknya tidak terlalu malam karena tubuh membutuhkan proses metabolisme untuk mengolah gula,” kata Feller, dikutip dari Huffpost, pada Senin, 6 April 2026.
Waktu terbaik lainnya adalah konsumsi makanan manis setelah makanan utama dengan asupan gizi seimban. Cara ini dapat membantu tubuh memproses gula dengan lebih efisien, karena dikombinasikan dengan nutrisi lainnya.
Ketika siang hingga sore hari, tubuh juga cenderung lebih aktif. Aktivitas yang dilakukan dapat membantu proses metabolisme berjalan dengan lebih optimal, termasuk dalam mengolah gula yang masuk ke dalam tubuh.
“Anda cenderung lebih aktif di siang hari, sehingga tubuh punya lebih banyak waktu untuk mengolah gula tersebut,” tuturnya.
Sementara itu, waktu yang sangat tidak disarankan untuk konsumsi makanan manis adalah sesaat sebelum tidur. Saat tubuh tidak banyak bergerak, maka proses metabolisme juga menjadi kurang maksimal.
Hal tersebut mengakibatkan kadar gula darah bisa meningkat dan dalam jangka panjang berpotensi memicu berbagai masalah kesehatan. Kebiasaan konsumsi makanan manis sebelum tidur juga bisa mengganggu kualitas tidur, hingga meningkatkan risiko resistensi insulin.
“Jika setelah makan manis Anda langsung berbaring tanpa aktivitas, tubuh tidak mendapatkan bantuan yang dibutuhkan insulin untuk bekerja optimal,” pungkas Feller.