JAKARTA - Videotto, startup penyedia solusi pengeditan video berbasis AI yang berpusat di Singapura, telah memperoleh pendanaan tahap awal (seed) dalam jumlah yang tidak disebutkan dari East Ventures.
Videotto didirikan oleh dua wirausahawan berusia 18 tahun, Tay Yao Ming (Co-Founder dan Chief Executive Officer) dan Ian Lee (Co-Founder dan Chief Technology Officer).
Memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan (AI), Videotto dapat menjadikan proses pengeditan video lebih sederhana dan efisien, tanpa perlu menghabiskan waktu berjam-jam untuk memotong klip atau menambahkan efek secara manual.
Para pengguna cukup mengunggah rekaman video berdurasi panjang dam platform cerdas ini akan secara otomatis memilih momen terbaik, menambahkan teks stylish, menyusun adegan dengan mulus, menyesuaikan suara dan pencahayaan, bahkan menambahkan transisi secara otomatis.
Videotto juga dapat menghasilkan beberapa video pendek yang dioptimalkan untuk berbagai platform media sosial, membantu para pengguna menyesuaikan konten mereka dengan cepat untuk setiap kanal.
Seiring waktu, platform ini akan mempelajari gaya dan preferensi pengeditan masing-masing pengguna, sehingga proses pembuatan video berkualitas tinggi dan siap unggah dapat dilakukan hanya dengan beberapa klik.
“Videotto hadir untuk menciptakan kemudahan yang sama bagi para kreator di seluruh dunia, mulai dari kreator individu hingga merek global,” kata Tay Yao Ming, Co-Founder dan Chief Executive Officer Videotto.
另请阅读:
Sementara itu, Willson Cuaca, Co-Founder dan Managing Partner East Ventures menegaskan bahwa investasi ini menegaskan kepercayaan East Ventures di mana AI bukan sekadar teknologi, melainkan alat untuk menciptakan kesetaraan peluang.
“Di East Ventures, kami percaya bahwa AI bukan sekadar teknologi, melainkan alat untuk menciptakan kesetaraan peluang dan memberdayakan individu seperti mereka agar dapat memberikan dampak yang bermakna,” tambah Willson.
The English, Chinese, Japanese, Arabic, and French versions are automatically generated by the AI. So there may still be inaccuracies in translating, please always see Indonesian as our main language. (system supported by DigitalSiber.id)