JAKARTA - Joint Chiefs of Staff (JCS) militer Korea Selatan (Korsel) pada Hari Rabu mengumumkan penahanan seorang tentara Korea Utara (Korut) yang menyeberangi perbatasan kedua negara yang diyakini sebagai pembelotan.

"Militer mengamankan seorang tentara Korea Utara di garis depan tengah pada Selasa malam dan pihak berwenang terkait saat ini sedang menyelidiki detailnya," kata JCS dalam pesan kepada media, tanpa memberikan detail lebih lanjut, dilansir dari The Korea Times (25/6).

Tentara tersebut dilaporkan telah menyatakan niat untuk membelot dengan melintasi Garis Demarkasi Militer.

Garis Demarkasi Militer membentang di sepanjang Zona Demiliterisasi, sekitar 50 kilometer dari Seoul dan sekitar 150 kilometer dari Pyongyang, dikutip dari The Korea Herald.

Kasus terbaru ini menandai penyeberangan perbatasan keempat oleh warga Korea Utara sejak Pemerintahan Presiden Lee Jae Myung dimulai Juni tahun lalu.

Pada Bulan Oktober, seorang sersan staf Korea Utara yang ingin membelot melintasi Garis Demarkasi Militer (MDL) yang memisahkan kedua Korea dengan berjalan ke selatan melalui jalan setapak di sepanjang pantai timur.

Dua kasus sebelumnya pada bulan Juli melibatkan warga sipil. Salah satu dari mereka menyeberangi garis depan pusat menuju Korea Selatan, sementara yang lainnya diselamatkan di sisi selatan muara Sungai Han di sebelah barat perbatasan antar-Korea.


The English, Chinese, Japanese, Arabic, and French versions are automatically generated by the AI. So there may still be inaccuracies in translating, please always see Indonesian as our main language. (system supported by DigitalSiber.id)

Add VOI as a Preferred Source
Follow VOI news updates across Google.
+