JAKARTA - Dua mantan menteri pertahanan Tiongkok, Wei Fenghe dan Li Shangfu, dijatuhi hukuman mati dengan penangguhan hukuman selama dua tahun atas tuduhan korupsi pada Hari Kamis.
Hukuman mereka dijatuhkan secara terpisah oleh pengadilan militer Tiongkok, lapor Xinhua seperti dikutip (8/5).
Baik Wei maupun Li juga merupakan mantan anggota Komisi Militer Pusat dan mantan anggota dewan negara.
Menurut putusan pengadilan, Wei dinyatakan bersalah atas kejahatan menerima suap, dan Li dinyatakan bersalah atas kejahatan menerima dan menawarkan suap.
Pengadilan juga memutuskan hak politik keduanya dicabut seumur hidup, dan semua harta pribadi mereka akan disita.
Putusan pengadilan menyatakan tidak akan ada pengurangan hukuman atau pembebasan bersyarat lebih lanjut, setelah hukuman mereka diubah menjadi penjara seumur hidup sesuai dengan hukum setelah berakhirnya masa penangguhan hukuman dua tahun.
Dikutip dari CNN, Wei (72) menjabat sebagai menteri pertahanan dari tahun 2018 hingga 2023. Sedangkan Li (68) menggantikan Wei dan memegang posisi tersebut kurang dari delapan bulan pada tahun 2023. Kedua pria tersebut ditempatkan di bawah penyelidikan oleh badan anti-korupsi militer pada tahun 2023.
Presiden China Xi Jinping diketahui telah membawa pembersihan angkatan bersenjatanya ke tingkat tertinggi, yang terbaru menargetkan jenderal berpangkat tertinggi dengan pemecatan Zhang Youxia pada bulan Januari, yang berpangkat lebih tinggi dari Wei dan Li dan pernah mengawasi operasi sehari-hari militer.
Perombakan yang dilakukan Presiden Xi telah berdampak luas pada sebagian besar Tentara Pembebasan Rakyat (PLA) China yang berkekuatan 2 juta personel – dengan lebih dari 100 perwira berpotensi dipecat sejak tahun 2022.
Tiga puluh enam jenderal dan letnan jenderal telah secara resmi diberhentikan sejak tahun 2022, sementara 65 perwira lainnya terdaftar sebagai hilang atau berpotensi diberhentikan, menurut laporan yang diterbitkan pada bulan Februari oleh Center for Strategic and International Studies yang berbasis di Washington.
Jika memperhitungkan posisi yang telah diberhentikan lebih dari sekali, 52 persen dari posisi kepemimpinan tertinggi PLA telah terpengaruh, demikian temuan laporan tersebut.
Pembersihan besar-besaran ini merupakan bagian dari upaya Presiden Xi yang telah lama dilakukan untuk membersihkan PLA, seiring terus memperketat cengkeramannya pada kekuasaan dan mendorong modernisasi militer besar-besaran.
另请阅读:
Namun, cakupan "pembersihan yang belum pernah terjadi sebelumnya" ini menimbulkan pertanyaan tentang kesiapan militer untuk melakukan operasi kompleks, tulis para penulis laporan tersebut.
Menyusul jatuhnya Zhang dan letnannya pada bulan Januari, sebuah editorial yang diterbitkan oleh surat kabar resmi PLA Daily menuduh kedua mantan pemimpin militer tersebut merusak otoritas tertinggi Presiden Xi sekaligus memperkuat pesan nol toleransi terhadap korupsi.
Investigasi mereka akan "menghilangkan pengaruh buruk" di dalam PLA dan "membantu angkatan bersenjata rakyat menjalani pembaruan menyeluruh, menyuntikkan momentum yang kuat ke dalam upaya membangun militer yang kuat," katanya.
The English, Chinese, Japanese, Arabic, and French versions are automatically generated by the AI. So there may still be inaccuracies in translating, please always see Indonesian as our main language. (system supported by DigitalSiber.id)