JAKARTA - Tim negosiasi China dan Amerika Serikat (AS) telah mencapai konsensus dasar tentang cara menyelesaikan perang dagang kedua negara yang telah mengguncang pasar global dan membuat rantai pasokan internasional panik.
Hal itu disampaikan Presiden China Xi Jinping dalam pertemuan dengan Presiden AS Donald Trump di Busan, Korea Selatan (Korsel).
"Kedua tim perdagangan dan ekonomi kami telah mencapai konsensus dasar tentang penyelesaian masalah utama yang menjadi perhatian kami dan telah membuat kemajuan yang menggembirakan," ujarnya, dikutip dari Tass, Kamis 30 Oktober.
Menurut Xi, China dan AS pada dasarnya bisa saling membantu untuk mencapai kesuksesan dan kemakmuran bersama.
"Selama bertahun-tahun, saya telah berulang kali mengatakan bahwa Tiongkok dan Amerika Serikat harus menjadi mitra dan sahabat," ujar Xi.
另请阅读:
Sebelumnya, Trump berharap pertemuannya dengan Xi akan menghasilkan kesepakatan terbaru terkait persyaratan perdagangan AS-China.
Trump juga bermaksud untuk menurunkan tarif tambahan atas barang-barang dari China, yang telah diberlakukan terkait penyelundupan fentanil.
Adapun Trump sempat menaikan tarif ekspor China, Kanada dan Meksiko pada awal 2025. Trump berdalih kebijakannya itu merupakan tanggapan atas kekhawatirannya tentang imigrasi ilegal dan perdagangan narkoba dari ketiga negara itu, dua janji utama yang menjadi dasar pemilihannya menjadi Presiden AS.
Trump juga menyatakan siap untuk meningkatkan bea masuk lebih lanjut jika negara-negara tersebut membalas kebijakannya.
"Pengumuman tarif hari ini diperlukan untuk meminta pertanggungjawaban China, Meksiko, dan Kanada atas janji mereka untuk menghentikan banjir obat-obatan beracun ke Amerika Serikat," kata Trump Gedung Putih dalam sebuah pernyataan pada Sabtu 1 Februari 2025, dikutip dari BBC Internasional.
Di akun media sosialnya di Tuth Social, Trump mengatakan regulasi tersebut mengacu pada Undang-Undang Kekuatan Ekonomi Darurat Internasional (IEEPA).
"Ini dilakukan melalui Undang-Undang Kekuatan Ekonomi Darurat Internasional karena ancaman besar dari imigran ilegal dan obat-obatan mematikan yang membunuh Warga Negara kita, termasuk fentanil," tulis Trump.
The English, Chinese, Japanese, Arabic, and French versions are automatically generated by the AI. So there may still be inaccuracies in translating, please always see Indonesian as our main language. (system supported by DigitalSiber.id)