JAKARTA - Keputusan tentang rencana baru pertemuan Presiden Rusia Vladimir Putin dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump akan dibuat ketika materi pertemuan siap, kata Wakil Menteri Luar Negeri Sergey Ryabkov.
"Setelah kami menyiapkan isinya, saya yakin para presiden akan memutuskan pertemuan mereka," kata diplomat senior tersebut, dilansir dari TASS 30 Oktober.
"Mengenai waktu dan lokasi, Budapest memang telah disebutkan secara publik. Namun, kami telah menekankan sejak awal bahwa isinyalah yang benar-benar penting," lanjutnya.
"Kami percaya bahwa kerangka kerja yang diciptakan oleh pertemuan para pemimpin kami di Anchorage harus diisi dengan detail, kesepakatan, dan keputusan yang spesifik. Justru di atas fondasi inilah kita harus bergerak maju," tegas Ryabkov.
Ryabkov mencatat bahwa kesepahaman bersama tentang bagaimana melanjutkannya telah dicapai di Alaska.
Pada tanggal 15 Agustus, Presiden Putin dan Presiden Trump bertemu di pangkalan militer Elmendorf-Richardson di Alaska. Percakapan tersebut berlangsung sekitar tiga jam: empat mata di dalam limusin pemimpin Amerika dalam perjalanan menuju tempat utama negosiasi dan dalam format "tiga lawan tiga".
Pada 16 Oktober, Presiden Trump, setelah percakapan telepon dengan Presiden Putin, mengatakan mereka telah sepakat untuk segera bertemu di Budapest, Hongaria.
Pada 20 Oktober, Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov dan Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio mengadakan panggilan telepon untuk membahas langkah-langkah potensial guna mengimplementasikan kesepahaman yang dicapai selama pembicaraan telepon kedua pemimpin sebelumnya.
Belakangan, pertemuan tersebut ditunda tanpa batas waktu. Gedung dalam pengumuman setelah pembicaraan kedua menteri luar negeri mengatakan Presiden Trump "tidak berencana" bertemu langsung dengan Presiden Putin dalam waktu dekat.
另请阅读:
"Menteri Luar Negeri Rubio dan Menteri Luar Negeri Lavrov telah melakukan panggilan telepon yang produktif. Oleh karena itu, pertemuan tatap muka tambahan antara Menteri Luar Negeri dan Menteri Luar Negeri tidak diperlukan," kata seorang pejabat Gedung Putih, melansir The National.
"Dan tidak ada rencana bagi Presiden Trump untuk bertemu dengan Presiden Putin dalam waktu dekat," tambahnya.
The English, Chinese, Japanese, Arabic, and French versions are automatically generated by the AI. So there may still be inaccuracies in translating, please always see Indonesian as our main language. (system supported by DigitalSiber.id)