JAKARTA - Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan gencatan senjata di Jalur Gaza tetap berlaku, saat Israel melanjutkan serangan ke wilayah kantong Palestina itu dan menewaskan puluhan orang pada Hari Rabu.
Otoritas kesehatan Gaza mengatakan serangan Israel menewaskan sedikitnya 70 orang, termasuk lima orang di sebuah rumah yang terkena serangan di kamp pengungsi Bureij di Jalur Gaza tengah, empat orang di sebuah gedung di lingkungan Sabra, Kota Gaza, serta lima orang di dalam sebuah mobil di Khan Younis.
Presiden Trump mengatakan, gencatan senjata yang didukung AS tidak berisiko meskipun pesawat-pesawat Israel menyerang wilayah kantong tersebut, dengan Israel dan Hamas saling menyalahkan atas pelanggaran gencatan senjata.
"Sejauh yang saya pahami, mereka menembak mati seorang tentara Israel," kata Presiden Trump kepada wartawan di pesawat Air Force One, melansir Reuters 29 Oktober.
"Jadi, Israel membalas dan mereka seharusnya membalas. Ketika itu terjadi, mereka seharusnya membalas," tambahnya.
Seorang pejabat militer Israel mengatakan Hamas telah melanggar gencatan senjata dengan melancarkan serangan terhadap pasukan Israel yang ditempatkan di dalam apa yang disebut 'garis kuning', garis penempatan yang disepakati dalam gencatan senjata.
Militer Israel mengonfirmasi kematian tentaranya akibat serangan tersebut pada Hari Rabu.
"Tidak ada yang akan membahayakan" gencatan senjata, kata Presiden Trump.
"Anda harus memahami bahwa Hamas hanyalah bagian kecil dari perdamaian di Timur Tengah, dan mereka harus bersikap baik," tandasnya.
Militer Israel tidak segera mengomentari serangan tersebut, menyusul pernyataan dari kantor Perdana Menteri Benjamin Netanyahu yang mengatakan Ia telah memerintahkan "serangan dahsyat" segera.
Diketahui, perjanjian gencatan senjata yang dimediasi Qatar, Mesir, Turki dan AS mulai berlaku pada 10 Oktober, menghentikan perang selama dua tahun yang dipicu oleh serangan mematikan yang dipimpin Hamas terhadap Israel pada 7 Oktober 2023.
Kedua belah pihak saling menuduh atas pelanggaran gencatan senjata.
另请阅读:
"Jika mereka (Hamas) baik, mereka akan senang dan jika mereka tidak baik, mereka akan dihabisi, nyawa mereka akan direnggut," tegas Presiden Trump.
"Tidak ada yang tahu apa yang terjadi pada tentara Israel, tetapi mereka mengatakan itu adalah tembakan penembak jitu. Dan itu adalah pembalasan atas apa yang terjadi, dan saya pikir mereka berhak melakukan itu," tandasnya.
Terpisah, Hamas membantah bertanggung jawab atas serangan terhadap pasukan Israel di Rafah, di Gaza selatan, dan mengatakan dalam sebuah pernyataan, mereka tetap berkomitmen pada kesepakatan gencatan senjata.
The English, Chinese, Japanese, Arabic, and French versions are automatically generated by the AI. So there may still be inaccuracies in translating, please always see Indonesian as our main language. (system supported by DigitalSiber.id)