JAKARTA - Mantan CEO agensi ADOR, Min Hee Jin buka suara mengenai gugatan hukum HYBE yang diajukan kepadanya. Ini pertama kalinya ia berbicara setelah para anggota NewJeans kembali ke ADOR dan HYBE serta membatalkan gugatan pemutusan kontrak mereka.
Ketika ditanya perseteruannya dengan HYBE, Min Hee Jin menjelaskan gugatan itu bukan soal uang melainkan perjuangan dan harga dirinya.
“Konflik kontrak pemegang saham itu untuk menjaga harga diri saya,” kata Min Hee Jin dalam kanal YouTube JTBC.
Min Hee Jin merasa ia memiliki hak untuk membeli sahamnya di ADOR kepada HYBE sesuai kontrak. Akan tetapi, HYBE menolak memberikan hak itu karena Min Hee Jin dianggap melanggar kepercayaan perusahaan, meski pengadilan menyatakan tidak ada bukti pelanggaran.
“(Gugatan) itu menguras uang saya, tapi saya pikir ini layak dipertaruhkan. Saya dipecat dari posisi saya pada Agustus (2024) dan saya mundur dari posisi direktur pada November (2024),” kata Min Hee Jin.
“Kalau saya benar-benar ingin uangnya, saya cukup menetap di sana satu kuartal lagi jadi keuntungan agensi meningkat. Tapi saya menemukan klausul yang tidak sesuai dan merasa dikhianati. Saya kecewa dan merasa tidak bisa bertahan satu hari lagi,” katanya.
另请阅读:
Ketika ditanya apa dia sudah minta maaf kepada NJZ atau NewJeans, Min Hee Jin menjawab “HYBE yang harusnya minta maaf kepada mereka.”
Saat ini, Min Hee Jin sudah mendirikan perusahaan baru bernama One of a Kind atau OOAK. Ia juga mengaku ada banyak yang menghubunginya untuk investasi.
“Setelah berita beredar saya membuat perusahaan, saya mendapat banyak panggilan dari dalam dan luar Korea. Banyak yang ingin bekerja dengan saya tapi hal itu belum terjadi karena gedungnya masih direnovasi,” katanya.
“Kalau saya kembali memproduseri grup, saya akan membuat grup laki-laki. Saya belum punya rencana membuat grup perempuan. Setelah grup laki-laki debut, mungkin grup perempuan bisa menyusul,” kata Min Hee Jin.
The English, Chinese, Japanese, Arabic, and French versions are automatically generated by the AI. So there may still be inaccuracies in translating, please always see Indonesian as our main language. (system supported by DigitalSiber.id)