JAKARTA – Ketua MUI Bidang Hubungan Luar Negeri dan Kerja Sama Internasional, Prof. Dr. Sudarnoto Abdul Hakim, mengeluarkan pernyataan keras menanggapi eskalasi konflik di Timur Tengah. Ia menilai serangan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran merupakan bukti nyata rusaknya tatanan perdamaian dunia di bawah pengaruh kekuatan imperialistik.
Kritik Tajam terhadap Kepemimpinan Donald Trump
Dalam keterangannya, Prof. Sudarnoto menyoroti peran Donald Trump, baik dalam kapasitasnya sebagai Presiden maupun Chairman Board of Peace (BoP). Menurutnya, Trump bukanlah sosok yang peduli pada perdamaian, melainkan figur yang justru merusaknya secara brutal.
"BoP yang dia pimpin tidak bisa dipercaya sebagai badan yang akan menciptakan perdamaian. Itu kamuflase yang bermotif imperialistik. BoP sudah runtuh secara moral dan kehilangan legitimasinya," tegas Prof. Sudarnoto.
另请阅读:
Desakan untuk Presiden Prabowo Subianto
Menyikapi situasi global yang kian memanas, MUI menyarankan agar pemerintah Indonesia mengambil langkah diplomatik yang tegas. Berikut adalah poin-poin utama desakan yang disampaikan:
- Evaluasi Keanggotaan BoP: Presiden Prabowo Subianto diminta mempertimbangkan kembali keberadaan Indonesia di dalam BoP. Hal ini didasari pandangan bahwa lembaga tersebut dinilai tidak berguna dalam menciptakan perdamaian, apalagi memerdekakan Palestina.
- Persatuan Negara Muslim: Prof. Sudarnoto menyerukan agar negara-negara Muslim bersatu padu dan tidak membiarkan diri diadu domba oleh agenda imperialisme Amerika-Israel.
- Amanah UUD 1945: Indonesia memiliki kewajiban konstitusional untuk ikut menciptakan ketertiban dunia. Namun, langkah ini harus dilakukan secara proaktif melalui jalur diplomatik yang terukur, persuasif, dan tetap mengedepankan kepentingan nasional (national interest).
Dukungan Civil Society
MUI meyakini bahwa seluruh elemen masyarakat dan kekuatan civil society di Indonesia akan memberikan dukungan penuh jika Presiden memutuskan untuk mengambil langkah mundur dari BoP. Langkah tersebut dinilai sebagai tindakan yang terhormat demi membuka peluang baru bagi Indonesia dalam menciptakan perdamaian sejati.
"Akan terbuka celah atau peluang lain bagi Indonesia untuk ciptakan perdamaian sejati dan ketertiban dunia," pungkasnya.
The English, Chinese, Japanese, Arabic, and French versions are automatically generated by the AI. So there may still be inaccuracies in translating, please always see Indonesian as our main language. (system supported by DigitalSiber.id)