BOGOR – Suasana haru dan reflektif menyelimuti acara Rabuan Bersama IPB University hari ini, Rabu (3/12), karena menjadi acara perpisahan Profesor Arif Satria sebagai Rektor, sebelum ia resmi menjabat Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Di hadapan lebih dari seribu dosen dan tenaga kependidikan, Arif menggambarkan perjalanan transformasi IPB University selama hampir delapan tahun.
Rektor mengajak seluruh sivitas untuk terus menjaga integritas, yang disebutnya sebagai modal terbesar sebuah institusi.
“Membangun integritas berarti membangun trust. Kepercayaan antar-sesama menjadi tahap yang sangat kondusif untuk berbuat dan menjadi modal penting bagi kemajuan ekonomi bangsa. Trust ditambah kapabilitas minus agenda pribadi harus tetap kita jaga. Semua harus dilakukan demi institusi. IPB harus menjadi yang utama,” pesan Arif dalam keterangannya, dikutip, Jumat, 5 November 2025.
Dalam laporannya, ia menyampaikan lonjakan signifikan peringkat IPB University. Pada 2017, peringkat IPB berada di posisi 750-800 dunia, dan kini, pada tahun 2025, IPB berhasil menembus peringkat 399 dunia. IPB juga mencatat prestasi di THE Interdisciplinary Science Rankings, menempati peringkat 42 dunia dan tetap menjadi nomor satu di Indonesia.
另请阅读:
Prof. Arif yang kini telah dilantik sebagai Kepala BRIN juga meninggalkan deretan proyek strategis IPB University tahun 2026–2029 dengan nilai mencapai hampir Rp3 triliun. Proyek tersebut mencakup pembangunan lapangan mini soccer dengan inovasi rumput IPB, laboratorium penyimpanan material genetik (biobank), gedung Common Class Room (CCR), hingga pengembangan Laboratorium Center of Excellence (CoE) Pangan dan Gizi Nasional untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG). IPB juga fokus menguatkan ekosistem halal melalui Halal Science Center yang dibidik menjadi yang terbesar di Asia Tenggara.
Selain infrastruktur, Rektor berkomitmen meningkatkan jaminan kesehatan, pendidikan, serta menghadirkan kantin murah bagi pegawai pada awal tahun 2026. Di bidang tata kelola, dana abadi IPB kini mencapai Rp357 miliar.
“Semua capaian ini adalah hasil semangat kolektif seluruh warga IPB. Semoga apa yang dikerjakan bersama ini menjadi amal saleh. Kita harus terus melangkah bersama untuk memberi manfaat. Semoga IPB selalu digdaya,” tutup Arif.
The English, Chinese, Japanese, Arabic, and French versions are automatically generated by the AI. So there may still be inaccuracies in translating, please always see Indonesian as our main language. (system supported by DigitalSiber.id)