JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung merespons fenomena naiknya permukaan air laut di pesisir Jakarta beberapa waktu lalu. Salah satu yang menjadi sorotan adalah kondisi air laut yang hampir sejajar dengan sisi atas tanggul setinggi 1 meter di kawasan Pantai Mutara, Jakarta Utara.

Kondisi ini membuat kekhawatiran sejumlah warga. Bahkan, mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) memberi tanggapan. Ahok menilai, jika tanggul di Pantai Mutiara jebol, air laut bisa melimpas ke daratan dan bisa membuat kawasan Monume Nasional (Monas) tergenang banjir.

Pramono menyebut, kondisi naiknya permukaan laut yang hampir sejajar dengan tanggul di Pantai Mutiara terjadi saat masa banjir rob.

"Kami terus-menerus memantau bersama dengan BMKG. Memang kemarin robnya sempat naik, tetapi sekarang sudah turun kembali," kata Pramono di Balai Kota DKI Jakarta, Jumat, 21 November.

Berdasarkan informasi Stasiun Meteorologi Kelas I maritim Tanjung Priok BMKG, wilayah utara Jakarta memang terancam mengalami banjir rob pada tanggal 3 hingga 11 November. Hal ini disebabkan adanya fenomena pasang maksimum air laut bersamaan dengan fase bulan purnama dan perigee.

Lalu, pada periode tanggal 18 hingga 26 November, diprediksi terjadi pasang air laut bersamaan dengan fase bulan baru. Ditambah, saat ini wilayah Indonesia kerap dilanda hujan dengan intensitas tinggi.

"Mudah-mudahan 2-3 hari ke depan ini curah hujannya memang turun, tetapi 3 hari ke depan kalau dilihat dari laporan BMKG akan naik kembali," ujar Pramono.

Oleh sebab itu, Pramono menegaskan Pemprov DKI terus melakukan kesiapsiagaan dalam menghadapi banjir rob dengan penyiagaan pompa di 7 wilayah Jakarta Utara, khususnya di Muara Angke dan Tanjung Priok.

"Kami sudah mempersiapkan termasuk pompa-pompa, pintu air, semuanya kami cek. Dan kemudian seperti yang kami lakukan tadi pagi, kami segera melakukan normalisasi Sungai Ciliwung dan Sungai Krukut, segera dilakukan normalisasi," kata Pramono.


The English, Chinese, Japanese, Arabic, and French versions are automatically generated by the AI. So there may still be inaccuracies in translating, please always see Indonesian as our main language. (system supported by DigitalSiber.id)

Add VOI as a Preferred Source
Follow VOI news updates across Google.
+