JAKARTA - Militer AS menewaskan dua orang dalam serangan terhadap kapal yang diduga mengangkut narkoba di perairan internasional di Pasifik Timur.

"Intelijen mengonfirmasi bahwa kapal tersebut terlibat dalam penyelundupan narkotika ilegal, melintasi rute perdagangan narkotika yang diketahui, dan membawa narkotika," kata Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth lewat unggahan X dilansir Reuters, Rabu, 5 November.

Pekan lalu, AS juga menyerang kapal diduga mengangkut narkoba di Pasifik Timur. Empat orang tewas.

"Kapal ini, seperti kapal-kapal lainnya, diketahui oleh intelijen kami terlibat dalam penyelundupan narkotika ilegal, melintasi rute perdagangan narkotika yang diketahui, dan membawa narkotika," kata Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth dilansir Reuters, Kamis, 30 Oktober.

Unggahan Hegseth di platform X saat itu menyertakan klip video berdurasi 22 detik yang memperlihatkan kapal di air yang tertabrak dan meledak.

Sebelumnya, AS juga menyerang kapal-kapal yang diduga sebagai pengedar narkoba di Pasifik timur menewaskan 14 terduga pengedar narkoba dan menyisakan satu orang yang selamat.

Serangan di Pasifik tersebut terjadi di tengah peningkatan kekuatan militer AS di Karibia yang mencakup kapal perusak berpeluru kendali, jet tempur F-35, kapal selam nuklir, dan ribuan pasukan.

Pemerintah AS memerintahkan gugus tugas kapal induk Ford ke wilayah tersebut, dan diperkirakan akan mencapai Karibia dalam beberapa minggu mendatang.


The English, Chinese, Japanese, Arabic, and French versions are automatically generated by the AI. So there may still be inaccuracies in translating, please always see Indonesian as our main language. (system supported by DigitalSiber.id)