JAKARTA - Perumda PAM Jaya mengumumkan akan mematikan layanan air perpipaan di 53 kelurahan di Jakarta Utara, Jakarta Timur, dan Jakarta Barat untuk sementara waktu, yakni mulai Jumat, 31 Oktober 2025 pukul 22.00 WIB hingga Sabtu, 1 November 2025 pukul 02.00 WIB.
Direktur Teknik Akhmad Santika menjelaskan, penghentian layanan air PAM ini harus terjadi karena akan dilakukan peningkatan keandalan pasokan tenaga listrik kepada Instalasi Pengolahan Air (IPA) Pulogadung, Jakarta Timur, dengan kapasitas produksi 4.500 liter per detik.
"Ini sesuatu yang normal di dalam operasional itu namanya perawatan pasti ada dan harus dilaksanakan sebagai salah satu preventif keanndalan peralatan dari PLN," kata Santika kepada wartawan, Kamis, 30 Oktober.
Santika menguraikan, jika maintenance kelistrikan di IPA PAM Jaya tidak dilakukan, dikhawatirkan akan terjadi gangguan seperti korsleting listrik. Hal ini pun bisa menyebabkan pemadaman listrik yang lebih luas lagi.
"Yang kita pakai dari PLN ini tidak kecil ya, tegangannya menengah ke atas ya, bukan seperti rumah tangga biasa. Kita menggunakan 5300 KVA, tegangan menengah ke atas di angka 20.000 watt ke atas. Ini sesuatu yang harus kita laksanakan dan mohon maaf, pelayanan kita sedikit terganggu," jelas dia.
Sebelumnya, Direktur Utama PAM Jaya Arief Nasrudin menyebutkan gangguan suplai air bersih ini akan berdampak pada sekitar 311.524 pelanggan yang tersebar di 53 kelurahan.
Wilayah terdampak di antaranya Kelurahan Gunung Sahari Utara, Pasar Baru, Gunung Sahari Selatan, Harapan Mulya, Kebon Kosong, Kemayoran, Serdang, Sumur Batu, Utan Panjang, Cempaka Baru, Galur, Johar Baru, Kampung Rawa, Tanah Tinggi, Cempaka Putih Barat, Cempaka Putih Timur, Rawasari, Bungur, Kenari, Kramat, Kwitang, Paseban, Senen, Bali Mester, Cipinang, Jati, Jatinegara Kaum.
Kemudian, Kelurahan Pisangan Timur, Rawamangun, Kayu Manis, Kebon Manggis, Pal Meriam, Kayu Putih, Pulo Gadung, Cakung Barat, Cakung Timur, Jatinegara, Penggilingan, Rawa Terate, Ujung Menteng, Cipinang Besar Selatan, Cipinang Muara, Kelapa Gading Barat, Kelapa Gading Timur, Pegangsaan Dua, Rorotan, Kebon Bawang, Koja Selatan, Koja Utara, Sungai Bambu, Tanjung Priok, Pademangan Timur, dan Sunter Jaya.
Menurut Arief, penghentian sementara ini dilakukan untuk mencegah risiko korsleting atau kerusakan jaringan listrik yang justru bisa mengakibatkan gangguan lebih lama dan tak terduga.
"Kalau tidak dilakukan perbaikan listrik oleh PLN, ini juga risikonya cukup besar, itu akan terjadi seperti korsleting atau apapun yang mengakibatkan mungkin unpredictable time. Ada waktu yang tidak bisa diprediksi, yang nantinya akan malah menjadi gawat pelayanan airnya," katanya.
另请阅读:
Meski perbaikan hanya berlangsung empat jam, pemulihan distribusi air ke pelanggan diperkirakan membutuhkan waktu lebih lama. Arief mengatakan, proses normalisasi penuh bisa mencapai 48 jam karena panjangnya jaringan pipa distribusi.
"Setelah 4 jam kita recovery, kita selesai memperbaiki dan perawatan, itu langsung kemudian yang area paling terdekat ya saat itu sudah langsung airnya dapat lagi. Jadi, itu durasinya dari 4 jam sampai 48 jam," ujar Arief.
Pelanggan diimbau untuk menampung air sebelum pekerjaan dimulai sebagai langkah antisipasi selama pasokan terganggu.
The English, Chinese, Japanese, Arabic, and French versions are automatically generated by the AI. So there may still be inaccuracies in translating, please always see Indonesian as our main language. (system supported by DigitalSiber.id)