Jusuf Kalla: Fiskal Tertekan, Pemerintah Harus Berani Pilih Program yang Ungkit Ekonomi
JAKARTA - Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI Jusuf Kalla mengingatkan pemerintah agar tidak menjalankan semua program sekaligus di tengah tekanan fiskal. Dalam kondisi anggaran negara yang tidak seimbang, pemerintah diminta berani menentukan program yang paling mampu mendorong pertumbuhan ekonomi dan memperbaiki kesejahteraan masyarakat.
Hal itu disampaikan Jusuf Kalla (JK) usai diskusi dengan sejumlah ekonom di Jakarta Selatan, Minggu, 8 Maret malam. Menurut JK, situasi fiskal yang tidak sehat menuntut pemerintah menata ulang prioritas belanja negara.
“Dalam kondisi negeri mengalami ketidakseimbangan fiskal yang besar, maka solusinya antara lain memilih pembiayaan yang dapat memajukan negara dan berdampak pada masyarakat, serta bagaimana meningkatkan penerimaan negara,” ujar JK.
另请阅读:
Ia menilai banyak program pemerintah memang penting. Program makan bergizi gratis (MBG), pengadaan alat utama sistem persenjataan (alutsista), hingga penguatan koperasi memiliki tujuan yang baik. Namun negara tidak selalu memiliki ruang fiskal yang cukup untuk menjalankan semuanya dalam waktu bersamaan.
“MBG penting, beli alutsista penting, koperasi penting. Tapi ada yang lebih penting lagi,” kata JK.
Karena itu, menurut JK, pemerintah harus menempatkan anggaran pada program yang produktif dan mampu menggerakkan ekonomi. Prioritas belanja negara, katanya, harus diarahkan pada sektor yang memberikan dampak nyata bagi pertumbuhan ekonomi dan kehidupan masyarakat.
“Harus memilih prioritas yang dapat memberikan pertumbuhan yang baik untuk negeri ini dan memperbaiki kehidupan ekonomi masyarakat,” ujarnya.
JK menegaskan, sejumlah program tetap dibutuhkan, tetapi pelaksanaannya harus disesuaikan dengan kondisi fiskal negara. Ketika ruang anggaran terbatas, pemerintah dituntut memilih langkah yang paling mendesak dan paling berdampak.
“Bukan berarti itu tidak penting, itu perlu, tapi ada waktunya. Yang paling penting saat ini adalah memilih prioritas terbaik,” kata JK.