Indonesia Terus Matangkan Persiapan KTT D-8, Bakal Ada Halal Expo

JAKARTA - Indonesia terus mematangkan persiapan Konferensi Tingkat Tinggi organisasi kerja sama ekonomi D8, saat keketuaan Indonesia efektif berlaku mulai 1 Januari 2026.

Juru bicara I Kementerian Luar Negeri RI Yvonne Mewengkang mengatakan, persiapan yang dilakukan termasuk terkait kehadiran seluruh pemimpin negara anggota D8.

"Persiapan KTT D8, KTT akan dilakukan pada 15 april dan saat kami ini tengah merampungkan berbagai persiapan, agar April semua bisa terlaksana, sesuai dengan berbagai topik dan isu yang kita angkat," jelas Yvonne dalam keterangan pers di Jakarta, Kamis (8/1).

"Kita mulai reach out ke negara anggota agar para pemimpin negara dapat hadir," jelasnya.

Terkait kehadiran pemimpin negara anggota, Yvonne mengungkapkan Menteri Luar Negeri RI Sugiono akan menyampaikan undangan dari Presiden Prabowo Subianto kepada Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan untuk menghadiri KTT D8, saat melakukan kunjungan kehormatan di Istanbul pada 10 Januari.

Indonesia sebagai Ketua D8 tahun ini mengusung tema presidensi "Navigating Global Shifts: Strengthening Equality, Solidarity and Cooperation for Shared Prosperity."

Direktur Jenderal Kerja Sama Multilateral Kementerian Luar Negeri RI Tri Tharyat dalam kegiatan "Ngobras Diplomasi, Keketuaan Indonesia di D-8: Menguatkan Solidaritas dan Kerja Sama di Global South" bulan lalu menerangkan, tema tersebut dipilih guna memperkuat platform kerja sama ekonomi Selatan-Selatan, sejalan dengan Dasasila Bandung, serta mempertimbangkan pentingnya solidaritas dan kemandirian ekonomi antarnegara berkembang.

Prioritas keketuaan Indonesia dalam presidensi mendatang meliputi; integrasi ekonomi dan perdagangan, pengembangan ekonomi halal, konektivitas an transformasi digital, blue economy dan transisi hijau, serta reformasi organisasi D8.

Sementara itu, juru bicara II Kementerian Luar Negeri RI Vahd Nabyl A. Mulachela mengatakan, menjelang KTT nantinya akan ada aktivitas yang temanya memberdayakan ekonomi halal.

"Itu (ekonomi halal) salah satu agenda utama keketuaan kita. Kita mengupayakan kegiatan yang terkait ekonomi halal ini ada forumnya, ada space yang cukup besar. Jadi harapannya dari kegiatan-kegiatan ini, kita bisa bisa mengoptimalkan (ekonomi halal) di antara negara-negara D8," jelas Nabyl.

Terkait industri halal, Direktur II Eropa, Kementerian Luar Negeri RI Punjul Setya Nugraha mengatakan, Indonesia diharapkan menjadi penggerak untuk membawa kelompok kerja sama ekonomi D-8 menjadi sentral industri halal global, sehingga manfaatnya tidak hanya dirasakan negara anggota, tapi juga dunia internasional.

Salah satu side event dari rangkaian kegiatan Presidensi Indonesia di D-8 tahun 2026 adalah gelaran Halal Expo. Ini bertujuan untuk mendorong industri halal menjadi salah atu sentral kerja sama D-8.

"Halal expo diharapkan menjadi semacam platform untuk meluncurkan atau melambungkan kerja sama halal di antara negara D-8," jelas Punjul yang pernah menjabat sebagai Direktur Kerja Sama Ekonomi D-8, bulan lalu.

Lebih jauh ia menerangkan, selama ini industri halal belum menjadi sentral kerja sama di D-8, bahkan termasuk di Organisasi Kerja Sama Negara Islam (OKI).

"Masih belum mendapatkan istilahnya center stage. Ini akan didorong menjadi satu prioritas keketuaan Indonesia, bahwa industri halal semua negara anggota d8 perlu digali potensinya dan dikembangkan sebagai suatu kesatuan atau kekuatan yang manfaatnya tidak hanya dirasakan masyarakat di negara anggota, tapi juga dunia internasional," urainya.

"Sudah saatnya D8 menjadi sentral untuk industri halal global. Target yang berat, Indonesia yakin bisa jadi penggerak," tandas Punjul.

Diketahui, KTT ke-12 D8 akan digelar di Jakarta pada 15 April 2026. Itu didahului dengan pertemuan tingkat komisioner atau pejabat tinggi pada 12-13 April, serta pertemuan tingkat Menteri Luar Negeri pada 14 April. KTT mendatang diharapkan dapat menghasilkan "Jakarta Declaration".

Selain itu, juga akan ada sesi khusus mengenai Palestina sebagai bentuk komitmen kemanusiaan dan solidaritas. Sesi khusus juga diharapkan mampu menghasilkan "Joint Declaration".

Juga direncanakan gelaran Business and Investment Forum yang digelar pada 14 April 2026, serta D-8 Halal Expo pada 14-16 April 2026.

"Antusiasme terhadap Halal Expo sangat tinggi dari negara-negara lain," jelas Duta Besar Tri Tharyat.

Didirikan pada tahun 15 Juni 1997, anggota D-8 saat ini meliputi Azerbaijan, Bangladesh, Mesir, Indonesia, Iran, Malaysia, Nigeria, Pakistan dan Turki.