3 Bentuk Proses Asosiatif yang Terjadi di Tengah Masyarakat, Apa Saja?

YOGYAKARTA – Apa saja 3 bentuk proses asosiatif? Sebelum mengetahui jawabannya, terlebih dahulu mari kita simak apa itu proses asosiatif.

Menukil buku Sosiologi SMA karya Budi Rahayu, proses asosiatif asosiatif merupakan salah satu bentuk interaksi sosial yang ada di masyarakat.

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) interaksi sosial diartikan sebagai hubungan sosial yang dinamis antara perseorangan dan perseorangan, antara perseorangan dan kelompok, dan antara kelompok dan kelompok.

Interaksi sosial dapat terjadi di mana saja, termasuk di lingkungan sekitar kita dalam kehidupan sehari-hari. Nah, interaksi sosial yang mengarah pada kesatuan dan keutuhan masyarakat disebut sebagai proses sosial asosiatif.

Berdasarkan bentuknya, proses asosiatif dibagi ke dalam tiga kelompok besar, yakni kerja sama, akomodasi, dan akulturasi.

Berikut penjelasan mengenai bentuk-bentuk proses asosiatif, sebagaimana disadur dari buku Sosiologi Hubungan Sosial karya Sri Uji Pratiwi.

3 Bentuk Proses Asosiatif

  1. Kerja Sama

Kerja sama merupakan bentuk utama dari proses asosiatif. Interaksi sosial ini dilakukan untuk mencapai kepentingan atau kebutuhan bersama, baik antara perorangan atau kelompok.

Beberapa jenis interaksi sosial yang lahir dari kerja sama, antara lain:

  • Bargaining, merupakan bentuk kerja sama di mana terjadi pertukaran barang atau jasa antara dua organisasi atau lebih.
  • Kooptasi, merupakan proses penerimaan unsur baru dalam kepemimpinan dalam suatu organisasi untuk menghindari keguncangan.
  • Koalisi, merupakan bentuk kerja sama yang dilakukan oleh dua organisasi atau lebih yang memiliki tujuan yang sama.
  • Joint venture (usaha patungan), merupakan bentuk kerja antara dua perusahaan atau lebih yang menyatukan sumber daya, modal, keahlian dan risiko untuk menjalankan suatu proyek tertentu demi mendapatkan keuntungan bersama.
  1. Akomodasi

Bentuk proses asosiatif yang berikutnya adalah akomodasi. Istilah ini diartikan sebagai proses penyesuaian diri atau kelompok dalam upaya untuk mengatasi ketegangan.

Interaksi sosial ini dapat mengurangi perbedaan pandangan dan pertentangan politik, bahkan mampu mencegah terjadinya konflik. Beberapa bentuk akomodasi, yakni:

  • Kompromi, merupakan upaya mengatasi perselisihan dengan cara saling meredakan tuntutan sehingga tercapai penyelesaian bersama.
  • Arbitrase, bentuk akomodasi ini terjadi jika pihak-pihak yang berselisih tidak mampu berkompromi sendiri, sehingga mengundang pihak ketiga yang tidak berat sebelah untuk menyelesaikan konflik.
  • Mediasi, bentuk akomodasi ini juga melibatkan pihak ketiga yang berfungsi sebagai penengah atau juru damai.
  • Koersi, merupakan bentuk akomodasi yang dilaksanakan karena paksaan pihak terhadap pihak lain yang lemah dengan didominasi oleh suatu kelompok.
  • Toleransi, yakni bentuk akomodasi yang dilakukan untuk menghindarkan diri dari konflik yang merugikan.
  1. Akulturasi

Akulturasi merupakan bentuk proses asosiatif yang timbul ketika manusia menerima unsur-unsur baru menjadi suatu kebudayaan tanpa menghilangkan unsur-unsur yang lama. Dengan kata lain, akulturasi adalah hasil perpaduan dua kebudayaan dalam waktu lama.

Salah satu contoh akulturasi yakni perpaduan musik Melayu dan musik Portugis yang menghasilkan jenis musik keroncong.

Demikian ulasan tentang 3 bentuk proses asosiatif. Semoga informasi di atas bisa menambah wawasan pembaca. Untuk mendapatkan update berita pilihan lainnya hanya di VOI.ID.