Mengenal Perawi Hadits dan Unsur-unsur Periwayatannya
YOGYAKARTA - Hadits menjadi salah satu sumber hukum yang mengatur segala bidang kehidupan dalam agama Islam setelah Alquran. Setiap hadits memiliki unsur-unsur pokok yang wajib dipahami umat Muslim. Dalam artikel ini kita akan mengenal perawi hadits yang tercatat dalam sejarah.
Mengenal Perawi Hadits
Orang yang meriwayatkan hadits disebut perawi. Para perawi umumnya adalah kalangan sahabat Nabi SAW dan para thabi’in.
Dalam buku Pengantar Studi Ilmu Hadits, Syaikh Manna Al Qaththan menjelaskan, para ulama memanfaatkan ilmu Rijalul Hadits untuk mengetahui perkembangan riwayat hadits. Ilmu ini juga disebut sebagai ilmu Tarikh Ar Ruwwat yang berarti ilmu sejarah perawi.
Ilmu tersebut membahas kondisi perawi dari sisi latar belakang kelahirannya, perjalanannya, dan segala sesuatu yang berkaitan dengan dirinya. Para ulama memberi atensi besar terhadap ilmu ini. Sebab, dengan ilmu ini, para ulama dapat mengetahui derajat dan sanad hadist yang benar.
Dalam meriwayatkan hadits, ada unsur-unsur yang wajib diperhatikan oleh para ulama.
Unsur-Unsur Periwayatan Hadits
Dikutip dari buku Ilmu Memahami Hadits Nabi oleh Mashum Zein, di bawah ini adalah unsur-unsur yang wajib ada dalam periwayatan hadits:
Adanya penerimaan hadits dari perawinya.
Adanya kegiatan menyampaikan hadits kepada orang lain.
Adanya susunan mata rantai para perawi ketika sebuah hadits disampaikan kepada orang lain, yang kita ketahui sebagai sanad atau isnad.
Adanya kalimat yang dijadikan sebagai pokok pembicaraan atau disebut sebagai matan.
Adanya kegiatan yang berkaitan dengan seluk beluk penerimaan dan penyampaian hadits. Hal ini dikenal dengan istilah tahammul wa ada al hadits.
Dengan demikian, seseorang dapat disebut sebagai perawi hadits jika sudah melakukan kegiatan yang berhubungan dengan penerimaan dan penyampaian hadits lengkap dengan matan dan sanadnya.
Ada banyak nama perawi hadits yang sering dijadikan sebagai rujukan para ulama.
Nama-Nama Perawi Hadits
Dikutip dari buku Pengantar Studi Sejarah Peradaban Islam oleh Dr. Muhammad Husain Mahasnah, di bawah ini adalah nama parawi hadits yang biasanya dijadikan rujukan:
Imam Al Bukhari
Imam Bukhari mempunyai nama lengkap Abu Abdillah Muhammad bin Ismail al-Bukhari. Kitabnya yang fenomenal dan dijadikan rujukan umat Muslim yaitu Shahih Bukhari. Imam Bukhari lahir pada tahun 194 H dan meninggal pada 256 H.
Imam Muslim
Imam Muslim dikenal dengan nama lengkap Abul Hasan Muslim bin Hajjaj bin Muslim bin Warad bin Kausyaz Al Qusyairi An Naisaburi. Kitabnya yang terkenal yaitu Shahih Muslim. Imam Muslim lahir pada tahun 204 H dan wafat pada 262 H.
Imam Tirmizi
Imam Tirmidzi lahir pada tahun 209 H dan wafat 279 H. Ia dikenal dengan nama lengkap Abu Isa Muhammad bin Isa bin Saurah at-Tirmidzi. Kitabnya yang populer yaitu Sunan At Tirmidzi.
Imam An Nasai
Dikenal dengan nama lengkap Ahmad bin Syu’aib Al Khurasany. Kitab Imam An Nasai yang terkenal adalah Sunan An Nasai. Beliau lahir pada tahun 215 H dan wafat pada 303 H.
Imam Abu Dawud
Imam Abu Dawud mempunyai nama lengkap Abu Dawud Sulaiman bin Al-Asy’ats As-Sijistani. Kitabnya yang terkenal yaitu Sunan Abu Dawud. Beliau lahir pada tahun 202H dan wafat pada 275 H.
Imam Malik
Imam Malik mempunyai nama lengkap Malik ibn Anas bin Malik bin ‘Amr al-Asbahi. Kitab beliau yaitu Al Muwatta. Beliau lahir pada tahun 93H dan wafat pada tahun 179 H.
Imam Ibnu Majah
Nama lengkapnya adalah Abu Abdullah Muhammad bin Yazid bin Abdullah bin Majah Al Quzwaini. Kitabnya terkenal di kalangan umat Muslim dengan judul Sunan Ibnu Majah. Beliau lahir pada tahun 209 H dan wafat pada tahun 273 H.
Demikianlah ulasan untuk mengenal perawi hadits. Semoga informasi ini bermanfaat! Kunjungi VOI.id untuk mendapatkan informasi menarik lainnya.