3 Masalah Ginjal yang Sering Menyerang Lansia, Simak agar Lebih Waspada!
YOGYAKARTA – Gangguan fungsi ginjal pada lansia (lanjut usia) acap kali tidak terdeteksi pada tahap awal dan baru memunculkan gejala setelah memasuki tahap yang lebih serius. Oleh sebab itu, penting untuk mengetahui masalah ginjal yang sering menyerang lansia agar dapat meningkatkan kewaspadaan terhadap penyakit ini.
Seperti yang kita tahu, ginjal merupakan organ yang berfungsi menyaring darah, membuang limbah, dan menjaga keseimbangan cairan tubuh.
Sama seperti organ tubuh lainnya, ginjal dapat mengalami penurunan fungsi seiring dengan pertambahan usia. Karenanya, lansia menjadi golongan yang paling rentan terkena masalah kesehatan ini, terlebih jika memiliki riwayat penyakit diabetes, hipertensi, dan penyakit jantung.
Masalah Ginjal yang Sering Menyerang Lansia
Menyadur laman The Independent, Direktur Kebijakan Kidney Care UK, Fiona Loud membagikan tiga masalah ginjal yang sering menyerang lansia.
Berikut beberapa masalah ginjal yang sering terjadi pada orang dewasa yang lebih tua:
- Acute Kidney Injury
Menurut Fiona Laoud, kelompok lansia sangat rentan mengalami cedera ginjal akut (acute kidney injury/AKI). Masalah kesehatan ini terjadi ketika fungsi ginjal menurun secara tiba-tiba dan drastis.
Kasus AKI bisa terjadi pada siapa saja, akan tetapi paling sering menyerang kelompok rentan seperti bayi, anak kecil, serta orang dewasa yang lebih tua (usia di atas 65 tahun), terlebih jika disertai penyakit atau infeksi lain.
Beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko gangguan ginjal akut termasuk infeksi saluran kemih (ISK) yang terus berulang, infeksi parah, atau gangguan pencernaan berat.
Jika tidak segera ditangani, AKI dapat memperburuk kondisi kesehatan secara keseluruhan dan menyebabkan komplikasi labih lanjut.
- Efek Samping Obat Tertentu
Kelompok lansia juga dapat mengalami gangguan fungsi ginjal jika mengonsumsi obat antiinflamasi golongan nonsteroid (nonsteroid antiinflammation drugs/NSAID) dalam jangka panjang. Beberapa obat-obatan yang termasuk kelompok ini, yakni ibuprofen, natrium diklofenak, naproxen, dan piroxicam.
SEE ALSO:
Fiona Loud mengatakan, penggunaan NSAID dalam dosis tinggi bisa memperburuk fungsi ginjal, terutama pada individu dengan riwayat penyakit ginjal, tekanan darah tinggi, atau gangguan jantung.
Terkait hal ini, National Kidney Foundation menyarankan agar individu dengan kondisi medis tersebut tidak menggunakan NSAID tanpa rekomendasi langsung dari tenaga medis.
Meski efektif untuk mengatasi nyeri, penggunaan NSAID tanpa pengawasan bisa berdampak serius pada kesehatan ginjal, terutama pada kelompok lansia.
- Chronic Kidney Disease
Selain AKI, Chronic Kidney Disease (CKD)/penyakit ginjal kronis termasuk masalah ginjal yang sering menyerang lansia. Risiko penyakit ini akan meningkat secara signifikan pada kelompok usia di atas 60 tahun.
“Ginjal bekerja tanpa henti menyaring darah, mengatur tekanan darah, menjaga kesehatan tulang, hingga membantu produksi sel darah merah. Akan tetapi, fungsi ginjal akan menurun seiring usia,” terang Fiona Loud, dikutip Senin, 7 Juli 2025.
Selain usia, kondisi medis seperti diabetes dan hipertensi juga dapat meningkatkan risiko CKD.
Fiona Laoud menuturkan, kedua penyakit ini bisa memberi tekanan berebih pada pembuluh darah ginjal yang pada akhirnya mengganggu fungsinya.
CKD cukup sulit dideteksi sejak dini, sebab gejalanya tidak spesifik dan mudah diabaikan. Gejalanya baru mulai terasa pada stadium lanjut dan bisa menyerupai kondisi lain, seperti kelalahan dan sesak napas.
Pada stadium 4 atau 5, penderita CKD mungkin mengalami penurunan berat badan, pembengkakan di kaki, tangan, atau wajah, penurunan nafsu makan, darah dalam urine, sering buang air kecil di malam hari, sulit tidur, kulit gatal, kram otot, mual, hingga sakit kepala.
Demikian informasi tentang masalah ginjal yang sering menyerang lansia. Dapatkan update berita pilihan lainnya hanya di VOI.ID.