Jenis Operasi Plastik Hidung yang Perlu Diketahui

YOGYAKARTA - Operasi hidung menjadi salah satu prosedur yang bertujuan untuk mengubah bentuk hidung. Selain dapat memperbaiki penampilan, operasi ini juga membantu menunjang fungsi pernapasan. Dalam artikel ini akan dibahas mengenai jenis operasi plastik hidung.

Hidung terdiri dari tulang bagian atas dan tulang rawan di bagian bawah. Umumnya, dokter menjalankan prosedur ini dengan mengubah tulang, tulang rawan, kulit atau ketiganya secara bersamaan. Untuk mengetahui jenis-jenis operasi plastik hidung, simak ulasannya di bawah ini.

Jenis Operasi Plastik Hidung

Selama ini, umumnya orang mungkin lebih mengenal operasi hidung yang bertujuan untuk meningkatkan proporsi hidung dan juga wajah yang ideal. Operasi tersebut sering disebut dengan istilah rhinoplasty.

Namun, ada juga operasi yang bertujuan memperbaiki kelainan bentuk hidung eksternal bernama rhinoseptoplasty, juga jenis operasi yang lain. Di bawah ini adalah jenis operasi hidung yang perlu Anda ketahui:

  1. Rhinoplasty

Ini adalah jenis operasi untuk memperbaiki tampilan hidung. Prosedurnya dilakukan dengan mengubah tulang dan tulang rawan hidung untuk meningkatkan estetika penampilan. Ada beberapa jenis rhinoplasty, antara lain:

  • Reduksi rhinoplasty

Tujuan utama operasi hidung ini yaitu mengurangi ukuran hidung. Prosedurnya terkadang dilakukan dengan membentuk kembali bagian hidung. Caranya adalah dengan memasangkan tulang rawan.

  • Augmentasi rhinoplasty

Tujuan dari jenis operasi ini yaitu meningkatkan proporsi dari hidung. Prosedur ini biasanya menjadi pilihan seseorang dengan ukuran hidung yang terlalu kecil karena genetik atau cedera.

Prosedurnya dengan membangun pangkal hidung dengan cara pencangkokan jaringan atau tulang. Jika tidak ada cukup jaringan untuk pencangkokan, maka dokter akan memanfaatkan bahan buatan atau silikon.

  • Rhinoplasty pasca-trauma

Seperti namanya, prosedur operasi hidung ini diberikan kepada mereka yang pernah mengalami cedera atau kecelakaan yang merusak bentuk hidungnya. Jenis kerusakannya dapat bermacam-macam, antara lain patah tulang, tulang rawan rusak, perubahan pada hidung yang terlihat dari luar, septum menyimpang, dan kesulitan bernapas.

  • Rhinoplasty korektif

Proses ini populer dengan nama operasi hidung rekonstruktif, merupakan prosedur kosmetik untuk memperbaiki kegagalan pada prosedur sebelumnya. Cakupannya yaitu operasi reduksi atau augmentasi. Prosedur ini sangat kompleks, sehingga pasien mungkin harus menjalani beberapa jenis operasi.

  1. Septoplasty

Proses ini adalah operasi koreksi septum hidung yang menyimpang. Adapun, septum adalah struktur yang terbuat dari tulang dan tulang rawan pada bagian tengah hidung. Bagian ini menjadi pemisah kedua rongga hidung.

Ketika septum menyimpang, hidung seseorang akan tersumbat. Gangguan ini biasanya terjadi karena cedera atau trauma pada hidung dan kelainan yang dibawa sejak lahir. Selain itu, kondisi tersebut dapat bergerak ke satu sisi hidung dan secara signifikan menghalangi aliran udara yang masuk ke dalam hidung.

Pada septoplasty, ahli bedah menghilangkan potongan tulang atau tulang rawan ekstra atau hanya memindahkan septum yang menyimpang ke posisi yang sesuai. Pasien yang memiliki kondisi bibir sumbing terkadang juga menjalani prosedur ini jika kondisinya mengganggu area hidung.

  1. Rhinoseptoplasty

Proses ini adalah jenis operasi yang menyasar area hidung bagian luar dan septum hidung. Dibandingkan jenis operasi hidung yang lain, prosedur ini dapat dikatakan lebih rumit.

Selain itu, rhinoseptoplasty juga bisa sebagai gabungan dari prosedur rhinoplasty dan septoplasty. Sehingga, metodenya mencakup perbaikan septum yang bengkok sekaligus mengubah penampilan hidung.

Prosedur medis ini sering dijadikan pilihan untuk orang yang mengidap skoliosis hidung, hidung bengkok, hidung pelana atau penyimpangan septum hidung.

  1. Reduksi konka

Konka adalah struktur tulang kecil dalam hidung yang membantu membersihkan dan melembapkan udara yang masuk ke rongga hidung. Penyebabnya dapat dikarenakan alergi, iritasi atau infeksi yang menjadikan struktur tulang dapat membengkak dan menimbulkan sumbatan hidung serta produksi lendir.

Salah satu cara menangani gangguan tersebut antara lain melakukan operasi reduksi konka. Caranya dengan menggunakan bantuan frekuensi radio dengan transmisi melalui alat seperti jarum dalam hidung, sehingga konka dapat berkurang. Hal ini menjadikan pasien pulih lebih cepat tanpa rasa sakit.

Indikasi Operasi Hidung

Berbagai macam prosedur tadi dapat dijadikan pilihan pengobatan jika seseorang memiliki indikasi di bawah ini:

  • Memiliki ukuran lubang hidung terlalu kecil.
  • Ingin mengubah bentuk pangkal atau ujung hidung.
  • Memiliki ukuran hidung yang besar.
  • Mempunyai ukuran cuping hidung yang besar.
  • Mempunyai gangguan yang menyebabkan seseorang sulit bernapas.
  • Berniat untuk mengubah bentuk sudut antara bibir bagian atas dan hidung.
  • Memiliki kelainan bentuk hidung akibat cedera atau cacat.

Namun, ada beberapa kondisi yang tidak disarankan dilakukan operasi hidung bagi seseorang, yaitu:

  • Memiliki gangguan pembekuan darah, salah satunya hemofilia.
  • Mengidap gangguan atau ketidakstabilan mental.
  • Pernah menjalani operasi hidung dalam waktu setahun terakhir.
  • Memiliki kulit hidung yang tebal. Kondisi ini dapat menyebabkan bengkak permanen setelah operasi.
  • Berisiko tinggi mengalami komplikasi pasca prosedur.

Demikianlah ulasan mengenai Jenis operasi plastik hidung. Semoga informasi ini bermanfaat! Kunjungi VOI.id untuk mendapatkan informasi menarik lainnya.