JAKARTA - Rilis dokumen rahasia bertajuk Epstein Files oleh Departemen Kehakiman AS (DOJ) pada awal 2026 telah membuka kotak Pandora yang selama ini terkunci rapat. Di antara jutaan baris data, log penerbangan, dan pesan terenkripsi, satu kata muncul dengan frekuensi yang mengejutkan: Indonesia. Secara spesifik, nama Bali tercatat lebih dari 900 kali dalam berbagai konteks, mulai dari manifes penerbangan pesawat "Lolita Express" hingga korespondensi pribadi yang mengatur akomodasi mewah di Pulau Dewata.

Selama puluhan tahun, Jeffrey Epstein membangun citra sebagai miliarder filantropis yang terobsesi dengan sains dan kekuasaan. Namun, dokumen terbaru mengungkap bahwa Indonesia bukan sekadar destinasi liburan baginya; Bali diduga menjadi titik simpul penting dalam jaringan sosial—dan kemungkinan operasional—sang predator.

Dokumen yang beredar, terdapat satu berkas dengan nomor file EFTA00129111 yang menampilkan foto seorang wanita. Di bawah foto tersebut, terdapat keterangan eksplisit berbunyi "Before a group/gang training exercise in Bali". Selain itu ada Foto Epstein dan Maxwell juga ditemukan di Bali, Indonesia sedang berada di sebuah toko di Desa Batubulan, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar, Bali.

Istimewa
Nomor file EFTA00129111 (DOJ :dokumen)

Nama Bali dan Jakarta muncul dalam berbagai dokumen terkait Jeffrey Epstein, berdasarkan data dari flight logs (catatan penerbangan).

Dalam nomor file EFTA00004477 ditemukan lembaran katalog yang berjudul Clinton Far East. Di mana terlihat mantan presiden Amerika Serikat Bill Clinton bersama Ghislaine Maxwell yang diketahui adalah tangan kanan Epstein, sedang berendam di sebuah hotel di Brunei pada 2022 lalu. Di dokumen ini ada beberapa alamat yang telah disensor yang memperkuat indikasi lokasi spesifik terhadap sebuah wilayah.

Di dalamnya, terdapat puluhan thumbnail foto dengan nama file mulai dari "Bali09.JPG" hingga "Bali50.JPG". Semuanya menampilkan berbagai visual lokasi di Bali. Mulai dari pantai, pohon kelapa hingga arsitektur lokal seperti pura dan patung.

Beberapa foto juga merekam aktivitas di pesisir pantai dan interaksi dengan warga lokal. Namun, dokumen ini tidak merinci secara detail mengenai tanggal pengambilan foto tersebut. Berdasarkan kualitas visual dan format penyimpanan, foto-foto ini diduga diambil pada periode tahun 2000-an. Nama-nama seperti "Brunei00.JPG" juga terlihat di bagian bawah halaman dokumen, menunjukkan adanya rangkaian perjalanan di wilayah Asia Tenggara.

Hingga saat ini, belum ada konfirmasi resmi dari pihak berwenang mengenai relevansi penuh dari foto-foto ini terhadap penyelidikan kasus Epstein secara keseluruhan. Dokumen-dokumen ini merupakan bagian dari pengungkapan bukti-bukti terkait jaringan internasional sang miliarder yang telah lama menjadi sorotan publik global.

Dalam sebuah email yang dikirimkan Bill Gates, pendiri Microsoft, pada Epstein, ia menyebutkan jika ia baru saja tiba di Jakarta dan punya waktu transit dua jam sebelum bertolak ke Bali menggunakan maskapai asal Indonesia.

Dalam file dengan nomor EFTA00521318 pada dataset ke 9 menunjukkan bahwa Epstein pernah melakukan pembelian barang di Bali, Indonesia. Diduga, pembelian yang dimaksud adalah pembelian furnitur dan barang seni di Badung, Bali dengan volume mencapai 11.6 kubik. Hal ini terkuak lewat invoice pengiriman barang dari Bali, Badung ke properti Epstein di St. Thomas, Florida, Amerika Serikat.

Beberapa laporan menyebutkan adanya korespondensi antara Epstein dengan individu di Indonesia, seperti seorang staf bernama Kafrawi yang menyatakan minatnya untuk bekerja di properti Epstein di luar negeri setelah sebelumnya bekerja di lingkungan perhotelan yang terkait.

Sosok Kahrawi Yulianto (X dokumen)
Sosok Kahrawi Yulianto (X dokumen)

Berdasarkan akun @makelarperang di X, tanggal 2 Februari ada satu nama warga negara Indonesia yang mengirimkan curriculum vitae melalui surat elektronik untuk Epstein dengan tujuan mencari pekerjaan. Pria yang diketahui asal Medan itu bernama Kafrawi Yuliantono.

Jejak karir dari sosok Kafrawi adalah sebagai berikut:

- Head Waiter and Palace Butler at the Royal Hashemite Court of Jordania

- Food and Beverage Pre opening Team at Four Seasons Resort Maldives (Take Over and Pre Opening Team)

- Personal Assistans at Como Shambhala Residence Bali (Take Over Team)

- Banquet Operation Manager at Le Grandeur Hotel

- Outlet Manager at Swiss-belhotel-international (Pre Opening Team)

- Banquet Operation Manager Sheraton Hotel a Starwood Property

Meskipun tidak ada satu nama tunggal yang disebut sebagai "saksi kunci" khusus untuk vila di Bali, informasi mengenai aktivitas di sana banyak didasarkan pada foto-foto kelompok perempuan di Bali dengan keterangan "gang training exercise" yang menjadi bagian dari ribuan dokumen yang dirilis.

Dan ada nama Johanna Sjoberg yang diduga sebagai salah satu saksi utama dalam kasus Epstein, kesaksiannya memberikan gambaran umum tentang pola rekrutmen dan "pelatihan" yang dilakukan Epstein dan Maxwell terhadap para korban, yang diduga juga terjadi dalam perjalanan mereka ke Bali pada Mei 2002.

daftar belanjaan Epstein (DOJ)
kuitansi belanjaan Epstein di Bali (DOJ)

Ada beberapa nama tokoh penting dari Indonesia, namun penting untuk dicatat bahwa munculnya nama-nama ini tidak secara otomatis berarti mereka terlibat dalam kejahatan seksual. Konteksnya beragam, mulai dari hubungan bisnis hingga korespondensi protokol:

Pejabat & Mantan Pejabat: Nama seperti Joko Widodo, Sri Mulyani, dan Soeharto disebut muncul dalam kumpulan dokumen tersebut. Berdasarkan analisis awal, nama-nama ini seringkali muncul dalam konteks daftar kontak atau catatan protokol diplomatik/bisnis yang sangat luas dalam jaringan Epstein.

Epstein Files dan Kata Mereka..

Epstein Files memperlihatkan praktik yang melampaui nalar manusia dan menggambarkan kemerosotan moral di kalangan elite negara-negara Barat. Bahkan Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov seperti dilansir dari Rusia NTV mengatakan berkas-berkas yang dipublikasikan dalam kasus Jeffrey Epstein menunjukkan wajah asli dari elite kelompok barat.

Lavrov menyebut isu dokumen Epstein sebagai bukti keberadaan apa yang ia gambarkan sebagai Barat kolektif dan struktur kekuasaan tersembunyi yang berupaya mengendalikan negara-negara Barat dan dunia secara lebih luas.

Dilansir dari New Yok Post, Pangeran William dan Kate Middleton merilis pernyataan terkait skandal Jeffrey Epstein files yang ikut menyeret adik Raja Charles III, Andrew Mountbatten-Windsor. Menurut juru bicara istana, keduanya merasa prihatin atas kasus tersebut dan lebih fokus kepada kondisi korban.

Nama paman mereka, Andrew Mountbatten-Windsor, yang telah lama dituding punya hubungan dengan skandal paedofilia dan perdagangan anak di bawah umur Jefrrey Epstein, tercatut dalam dokumen itu. Dokumen itu memuat foto Andrew berlutut di atas seorang wanita yang berbaring di lantai serta email yang menunjukkan undangan Epstein ke Buckingham Palace untuk pertemuan "pribadi". Seorang korban Epstein mengeklaim melalui pengacara bahwa finansier asal AS itu mengirimnya ke Inggris pada 2010 untuk melakukan hubungan seksual dengan Andrew di Royal Lodge.

Pengungkapan ini mendorong Perdana Menteri Inggris Keir Starmer menyatakan Andrew sebaiknya bersaksi di depan Kongres AS mengenai apa yang diketahuinya tentang kejahatan Epstein.

Bagikan: