JAKARTA - Apple diperkirakan akan membawa perubahan besar pada lini iPhone Pro berikutnya melalui iPhone 18 Pro dan iPhone 18 Pro Max dengan mengadopsi chip A20 Pro berbasis proses manufaktur 2 nanometer (2nm). Jika terealisasi, langkah tersebut tidak hanya menghadirkan peningkatan performa dan efisiensi daya, tetapi juga berpotensi meningkatkan biaya produksi serta membatasi ketersediaan perangkat pada masa awal peluncuran.
Hingga saat ini Apple belum mengumumkan secara resmi iPhone 18 Pro, termasuk spesifikasi, desain, harga, maupun jadwal peluncurannya. Namun, berbagai laporan rantai pasok mengindikasikan bahwa generasi terbaru iPhone Pro akan menjadi salah satu produk pertama Apple yang memanfaatkan teknologi manufaktur 2nm milik TSMC.
BACA JUGA:
Berbeda dengan iPhone 17 Pro yang dibangun di atas platform manufaktur 3nm yang telah relatif matang, iPhone 18 Pro diperkirakan akan memasuki fase transisi teknologi yang lebih kompleks. Peralihan tersebut mencakup penggunaan arsitektur transistor baru, kapasitas produksi wafer yang masih terbatas, serta tantangan dalam menjaga tingkat keberhasilan produksi atau yield.
Pada generasi sebelumnya, Apple lebih berfokus menyempurnakan performa berkelanjutan, efisiensi baterai, sistem pendingin, dan desain perangkat. iPhone 17 Pro juga disebut mengandalkan sistem pendingin vapor chamber untuk membantu menjaga performa prosesor saat menjalankan gim, pengolahan video, kecerdasan buatan (AI) di perangkat, maupun penggunaan kamera dalam waktu lama.
Sementara itu, iPhone 18 Pro dikabarkan akan menggabungkan proses manufaktur baru dengan sejumlah perubahan desain lain, termasuk pada layar dan sistem kontrol fisik. Kombinasi tersebut dinilai membuat proses pengembangan dan produksi menjadi lebih menantang dibandingkan generasi sebelumnya.
Dalam industri semikonduktor, istilah 2nm tidak lagi merujuk pada ukuran fisik transistor, melainkan menjadi penanda generasi teknologi manufaktur. Salah satu perubahan utama pada proses N2 milik TSMC adalah penggunaan arsitektur transistor gate-all-around (GAA) nanosheet yang menggantikan desain FinFET.
Teknologi tersebut memungkinkan kontrol arus listrik yang lebih baik sehingga dapat meningkatkan efisiensi kerja transistor serta mengurangi kebocoran daya. Bagi prosesor ponsel pintar, peningkatan tersebut dapat dimanfaatkan untuk menghadirkan performa yang lebih tinggi pada konsumsi daya yang sama atau mempertahankan performa serupa dengan penggunaan daya yang lebih rendah.
Fleksibilitas itu memungkinkan Apple mengalokasikan peningkatan kemampuan chip ke berbagai aspek, seperti peningkatan kecepatan CPU dan GPU, efisiensi baterai yang lebih baik, kapasitas Neural Engine untuk fitur AI, cache yang lebih besar, hingga ruang termal yang lebih luas sebelum terjadi penurunan performa akibat panas.
Meski demikian, keuntungan tersebut juga dibarengi dengan biaya yang lebih tinggi. Proses desain, validasi, fabrikasi, pengemasan, hingga pengujian chip generasi baru menjadi semakin kompleks dan mahal.
Pusat perhatian pada iPhone 18 Pro diperkirakan berada pada chip A20 Pro. Berbagai laporan menyebut Apple akan memanfaatkan teknologi 2nm TSMC untuk prosesor premiumnya, meski perusahaan belum mengonfirmasi nama chip maupun proses manufaktur yang akan digunakan.
TSMC sebelumnya menyebut teknologi N2 berpotensi menawarkan peningkatan performa sekitar 10 hingga 15 persen pada konsumsi daya yang sama atau pengurangan konsumsi daya sekitar 25 hingga 30 persen pada tingkat performa yang setara dibandingkan generasi 3nm sebelumnya. Namun, angka tersebut merupakan target teknologi manufaktur dan bukan jaminan performa akhir pada perangkat komersial.
Performa sebenarnya akan bergantung pada berbagai faktor, termasuk desain CPU dan GPU, kapasitas cache, bandwidth memori, kemampuan akselerator AI, integrasi modem, sistem pendingin perangkat, pengelolaan daya oleh iOS, hingga tingkat keberhasilan produksi chip pada tahap awal.
Karena itu, peningkatan terbesar A20 Pro belum tentu hanya terlihat dari skor benchmark, tetapi juga dari kemampuan mempertahankan performa tinggi lebih lama dengan suhu yang lebih rendah dan konsumsi daya yang lebih efisien.
Tantangan lain yang dinilai krusial adalah tingkat keberhasilan produksi atau yield. Dalam manufaktur semikonduktor, satu wafer silikon memuat banyak chip. Jumlah chip yang dapat digunakan bergantung pada tingkat cacat produksi, ukuran chip, keberhasilan proses pengemasan, hasil pengujian, serta proses seleksi kualitas.
Apabila yield pada tahap awal masih rendah, jumlah chip yang layak digunakan dari setiap wafer akan berkurang sehingga biaya produksi per chip meningkat. Kondisi tersebut menjadi perhatian mengingat Apple memproduksi lini iPhone Pro dalam jumlah puluhan juta unit.
Gangguan kecil dalam proses produksi dapat memengaruhi jumlah perangkat yang tersedia saat peluncuran, distribusi ke berbagai negara, konfigurasi kapasitas penyimpanan, maupun alokasi komponen.
Laporan yang menyebut harga wafer 2nm mencapai sekitar 30.000 dolar AS masih perlu disikapi secara hati-hati karena harga sebenarnya bergantung pada kesepakatan antara produsen chip dan pelanggan. Namun, berbagai pihak memperkirakan biaya produksi wafer 2nm memang akan lebih tinggi dibandingkan generasi manufaktur sebelumnya.
Selain fabrikasi chip, teknologi pengemasan atau packaging juga diperkirakan menjadi faktor penting. Berbagai rumor mengaitkan A20 Pro dengan penggunaan teknik wafer-level multi-chip module yang memungkinkan integrasi komponen lebih rapat untuk meningkatkan performa sekaligus menghemat ruang.
Meski demikian, pendekatan tersebut juga menghadirkan tantangan baru dalam distribusi panas, integritas sinyal berkecepatan tinggi, toleransi penyelarasan saat perakitan, kompleksitas pengujian, hingga analisis kegagalan komponen.
Bagi Apple, keputusan mengenai teknologi pengemasan tidak hanya memengaruhi performa prosesor, tetapi juga ukuran papan logika, ruang yang tersedia untuk baterai, penempatan modul kamera, serta jalur pembuangan panas menuju rangka perangkat. Dengan berbagai tantangan tersebut, keberhasilan komersialisasi teknologi 2nm diperkirakan akan menjadi salah satu faktor utama yang menentukan peluncuran iPhone 18 Pro.