Bagikan:

JAKARTA - Apple resmi mengungkap kebijakan periklanan terbaru untuk aplikasi Apple Maps menjelang peluncuran fitur iklan di Amerika Serikat dan Kanada pada musim panas tahun ini. Meski mulai membuka ruang bagi pengiklan, perusahaan menerapkan aturan yang cukup ketat mengenai jenis iklan yang boleh maupun yang dilarang tampil di platform navigasinya.

Kebijakan tersebut tertuang dalam dokumen Advertising Services Policy yang dirilis Apple. Aturan ini menjadi pedoman bagi seluruh pengiklan yang ingin mempromosikan bisnis mereka melalui Apple Maps.

Tiga Kategori Utama yang Dilarang

Dalam kebijakan terbarunya, Apple secara khusus melarang tiga kategori bisnis untuk memasang iklan di Apple Maps, yaitu:

  • layanan perbaikan rumah (home services),

  • layanan jaminan penangguhan penahanan (bail bonds),

  • ATM mata uang kripto.

Kategori layanan perbaikan rumah mencakup berbagai jenis usaha seperti:

  • tukang ledeng,

  • jasa instalasi listrik,

  • tukang kunci,

  • servis pendingin ruangan (HVAC),

  • pengendalian hama,

  • jasa atap,

  • kontraktor bangunan.

Baik promosi secara langsung maupun tidak langsung untuk layanan tersebut tidak akan diterima.Kebijakan ini menjadi salah satu pembeda utama antara Apple Maps dan Google Maps.

Selama ini, Google mengizinkan iklan dari berbagai penyedia jasa perbaikan rumah, bahkan kategori tersebut menjadi salah satu segmen iklan lokal terbesar di platformnya.

Dengan membatasi kategori tersebut, Apple tampaknya ingin lebih memfokuskan iklan pada bisnis yang memiliki lokasi fisik yang dapat dikunjungi langsung oleh pelanggan.

Iklan Medis Masih Bisa Masuk

Apple tidak sepenuhnya menutup pintu bagi layanan kesehatan.Iklan yang berkaitan dengan layanan medis tetap dapat ditampilkan, namun setiap materi promosi akan dievaluasi secara individual sebelum mendapatkan persetujuan.Artinya, tidak semua iklan layanan kesehatan otomatis diperbolehkan.

Selain tiga kategori utama tersebut, Apple juga menerapkan berbagai pembatasan lain yang sudah lama berlaku pada platform iklannya.

Beberapa jenis iklan yang dilarang antara lain:

  • senjata dan amunisi,

  • narkotika dan zat terlarang,

  • produk tembakau,

  • promosi kekerasan,

  • konten diskriminatif,

  • penipuan,

  • informasi palsu,

  • konten ilegal,

  • pelanggaran hak cipta,

  • bahasa kasar atau menghina.

Apple juga melarang iklan yang:

  • menyerang produk Apple,

  • mempromosikan perangkat yang bersaing langsung dengan hardware Apple,

  • mengandung muatan politik,

  • menawarkan produk kesehatan tanpa bukti ilmiah,

  • memuat konten ofensif atau kontroversial.

Sementara itu, iklan untuk alkohol, obat resep, layanan keuangan, suplemen makanan, perjudian, maupun kegiatan undian tetap diperbolehkan, tetapi harus memenuhi berbagai persyaratan tambahan yang telah ditetapkan Apple.

Iklan Akan Diberi Label Khusus

Apple memastikan seluruh iklan yang muncul di Apple Maps akan diberi label "Ad" sehingga pengguna dapat dengan mudah membedakan hasil pencarian organik dan konten berbayar.

Iklan akan muncul pada:

  • hasil pencarian,

  • bagian Suggested Places.

Pada tahap awal, fitur tersebut hanya tersedia di Amerika Serikat dan Kanada.

Apple Klaim Privasi Tetap Terjaga

Di tengah meningkatnya kekhawatiran mengenai privasi pengguna, Apple menegaskan bahwa sistem iklan di Apple Maps dirancang tanpa menghubungkan data lokasi pengguna dengan Apple Account mereka.

Perusahaan juga menyatakan tidak mengumpulkan riwayat interaksi iklan untuk dibagikan kepada pihak ketiga.

Dengan kata lain, data lokasi pengguna tidak akan digunakan untuk membangun profil iklan lintas layanan sebagaimana praktik yang umum dilakukan pada sejumlah platform digital lainnya.

Hadirnya iklan di Apple Maps menandai langkah baru Apple dalam memperluas bisnis periklanan digital. Namun, dibandingkan pesaingnya, perusahaan memilih pendekatan yang lebih konservatif dengan menerapkan daftar kategori terlarang yang lebih ketat serta menonjolkan aspek privasi pengguna. Strategi tersebut menunjukkan upaya Apple untuk meningkatkan pendapatan dari iklan tanpa mengorbankan citra perusahaan yang selama ini mengedepankan keamanan data dan pengalaman pengguna.

Add VOI as a Preferred Source
Follow VOI news updates across Google.
+