JAKARTA - SpaceX dilaporkan meneken kontrak besar di bidang komputasi AI dengan Anthropic dan Google. Nilainya bisa menembus USD70 miliar jika seluruh kesepakatan berjalan penuh.
Disadur dari laporan Anadolu Agency, Minggu, 7 Juni, informasi itu pertama kali dilaporkan platform layanan keuangan digital Futubull pada Sabtu. Kesepakatan ini membuat SpaceX tidak lagi hanya dilihat sebagai perusahaan roket, satelit, dan internet Starlink, tetapi juga calon pemain besar di bisnis infrastruktur AI.
Secara tahunan, dua kontrak tersebut diperkirakan bernilai sekitar USD26 miliar.
Dalam salah satu kesepakatan, Google disebut akan membayar SpaceX USD920 juta per bulan mulai Oktober 2026 hingga Juni 2029. Imbalannya, Google mendapat akses ke sumber daya komputasi SpaceX.
Kesepakatan itu dilaporkan mencakup sekitar 110.000 GPU Nvidia dan infrastruktur pendukung. GPU adalah cip berkinerja tinggi yang banyak dipakai untuk melatih dan menjalankan model AI. Kapasitas ini akan membantu kebutuhan produk AI Google, termasuk Gemini Enterprise.
Kontrak Google muncul setelah kesepakatan terpisah dengan Anthropic, perusahaan di balik model AI Claude. Anthropic dilaporkan mendapat akses ke pusat data Colossus 1 milik SpaceX, yang disebut memiliki lebih dari 220.000 cip Nvidia dan kapasitas sekitar 300 megawatt.
BACA JUGA:
Nilai kesepakatan Anthropic diperkirakan sekitar USD1,25 miliar per bulan.
Namun, kontrak Anthropic belum tentu berjalan mulus sampai akhir. Elon Musk mengatakan penyewaan itu disusun sebagai kontrak jangka pendek. Masing-masing pihak dapat mengakhirinya dengan pemberitahuan 90 hari.
Meski kontrak itu bisa berlanjut hingga Mei 2029, Musk mengatakan SpaceX ingin tetap punya pilihan untuk mengambil kembali kapasitas komputasi tersebut jika dibutuhkan sendiri.
Dalam laporannya Anadolu Agency menyebut, kesepakatan ini muncul saat perusahaan teknologi berebut daya komputasi AI. Untuk melatih dan menjalankan model AI canggih, perusahaan membutuhkan cip dalam jumlah sangat besar. Tanpa cip dan pusat data, pengembangan AI sulit berjalan dalam skala besar.
Bagi SpaceX, bisnis ini membuka pintu baru. Perusahaan itu mulai memosisikan diri sebagai pemasok infrastruktur AI skala besar. Daya komputasi bisa menjadi sumber pendapatan penting di luar bisnis peluncuran roket, satelit, dan Starlink.
Waktunya juga menarik. SpaceX disebut sedang menyiapkan penawaran saham perdana atau IPO. Pendapatan rutin dari penyewaan komputasi AI dapat memperkuat daya tarik perusahaan di mata investor.
Sejumlah laporan menyebut SpaceX bisa menargetkan penghimpunan dana hingga USD75 miliar dari debutnya di pasar saham Amerika Serikat.
Namun, investor tetap perlu membaca catatan kecilnya. Adanya klausul penghentian kontrak dan perubahan cepat dalam bisnis komputasi AI dapat memengaruhi penilaian terhadap nilai kesepakatan tersebut.
Kontrak ini juga menunjukkan kerasnya persaingan di balik ledakan AI. Anthropic, Google, OpenAI, dan perusahaan besar lain kini berlomba mengamankan cip, pusat data, dan listrik untuk menjalankan model AI yang makin rakus komputasi.
Jika berjalan sesuai rencana, kontrak SpaceX dengan Anthropic dan Google akan menjadi salah satu peluang pendapatan infrastruktur AI terbesar yang pernah dilaporkan perusahaan teknologi swasta menjelang IPO.