Bagikan:

JAKARTA — CEO Barclays, C. S. Venkatakrishnan, memperingatkan bahwa model kecerdasan buatan (AI) canggih bernama Mythos berpotensi menjadi ancaman serius bagi sistem perbankan global. Ia juga menilai, kemunculan teknologi serupa dengan kemampuan lebih tinggi hanya tinggal soal waktu.

Pernyataan tersebut disampaikan Venkatakrishnan dalam forum Group of Thirty (G30) di sela pertemuan musim semi International Monetary Fund di Washington. Dalam pandangannya, Mythos mencerminkan lompatan teknologi yang bisa mempercepat perlombaan antara inovasi keamanan dan ancaman siber.

Model AI yang dikembangkan oleh Anthropic itu dinilai memiliki kemampuan pemrograman tingkat tinggi, termasuk mengidentifikasi celah keamanan dalam sistem digital. Kapabilitas tersebut memunculkan kekhawatiran bahwa teknologi ini dapat dimanfaatkan untuk mengeksploitasi kelemahan sistem perbankan, terutama yang masih bergantung pada infrastruktur lama.

“Ini isu serius. Dan yang perlu dipahami, setelah Mythos akan ada Mythos 2, Mythos 3, dengan frekuensi yang mungkin mengkhawatirkan,” kata Venkatakrishnan.

Regulator keuangan global kini disebut bergerak cepat menilai potensi risiko dari model tersebut. Sejumlah lembaga telah mulai melakukan pengujian untuk memahami sejauh mana ancaman terhadap stabilitas sistem keuangan, termasuk kemungkinan eksploitasi terhadap sistem legacy yang masih digunakan bank-bank besar.

Menurut Venkatakrishnan, tekanan terbesar akan dirasakan oleh institusi keuangan dengan sistem teknologi lama yang kurang adaptif terhadap perubahan cepat. Dalam konteks ini, transformasi digital bukan lagi sekadar pilihan strategis, melainkan kebutuhan mendesak untuk bertahan.

Fenomena ini juga menandai babak baru dalam lanskap keamanan siber, di mana AI tidak hanya menjadi alat pertahanan, tetapi juga potensi senjata. Perlombaan antara inovasi dan mitigasi risiko diperkirakan akan semakin intens, dengan industri keuangan berada di garis depan.

“Yang terpenting adalah memahami kemampuan teknologi ini, sekaligus memastikan kita memiliki perlindungan yang memadai,” ujarnya.

Peringatan tersebut datang di tengah meningkatnya perhatian global terhadap dampak AI generatif terhadap sektor keuangan, mulai dari efisiensi operasional hingga potensi disrupsi sistemik. Bagi pelaku industri, pesan dari Barclays cukup jelas: era baru risiko telah tiba, dan respons yang lambat bisa menjadi celah yang mahal.

Ikuti Whatsapp Channel VOI