JAKARTA — Samsung dilaporkan akan segera merilis pembaruan besar One UI 8.5 untuk lini Samsung Galaxy S25 pada akhir April 2026. Pembaruan ini membawa serangkaian fitur kecerdasan buatan (AI) generasi terbaru yang sebelumnya diperkirakan eksklusif untuk seri berikutnya.
Informasi ini berasal dari tipster teknologi Tarun Vats, yang menyebutkan bahwa rollout versi stabil akan dimulai pada 30 April di Korea Selatan, sebelum diperluas secara global sekitar 4 Mei 2026.
BACA JUGA:
Jika jadwal ini akurat, pembaruan tersebut akan menjadi tonggak firmware penting yang menjembatani kemampuan Galaxy S25 dengan generasi flagship berikutnya, termasuk Samsung Galaxy S26.
Langkah ini juga menjadi respons terhadap kekhawatiran pengguna. Sebelumnya, muncul spekulasi bahwa fitur AI terbaru hanya akan tersedia di seri S26. Namun, tekanan komunitas pengguna membuat Samsung mengubah arah. Moderator resmi perusahaan kini mengonfirmasi bahwa paket “advanced AI” akan hadir di seluruh varian S25, termasuk S25, S25+, dan S25 Ultra.
Dari sisi fitur, One UI 8.5 diperkirakan membawa sejumlah peningkatan signifikan. Salah satu yang paling disorot adalah AI-Powered Call Screening, fitur komunikasi cerdas yang mampu menyaring panggilan secara otomatis. Selain itu, hadir pula Creative Studio, platform editing media yang ditingkatkan untuk kebutuhan konten profesional.
Samsung juga disebut akan menyematkan teknologi Agentic AI—tren terbaru dalam pengembangan AI yang memungkinkan sistem bertindak lebih mandiri—serta peningkatan pada Audio Eraser, fitur yang dirancang untuk menghapus noise pada rekaman audio secara lebih presisi.
Jika pembaruan ini terealisasi sesuai jadwal, pengguna Galaxy S25 akan mendapatkan pengalaman yang terasa seperti perangkat baru, hanya beberapa bulan setelah peluncuran awalnya.
Sebelumnya, Samsung telah merilis versi beta kedelapan dari One UI 8 untuk seri ini pada Maret lalu, menandakan bahwa fase pengujian hampir mencapai tahap akhir. Sumber yang sama menyebutkan kemungkinan hadirnya satu atau dua build beta tambahan sebelum versi stabil resmi diluncurkan.
Di tengah persaingan ketat industri smartphone, langkah Samsung memperluas fitur AI ke perangkat yang sudah ada menunjukkan strategi mempertahankan loyalitas pengguna sekaligus mempercepat adopsi teknologi AI di ekosistem mobile mereka.