Bagikan:

JAKARTA – Harga iPhone 18 diprediksi tidak akan mengalami kenaikan meski harga memori sedang melonjak tajam di pasar global. Menurut Analis Ming-Chi Kuo, Apple masih mempertahankan harga pasarnya.

Perusahaan tersebut lebih memilih menutupi selisih biayanya alih-alih membebankan biaya ke konsumen. Apple akan mencari tambahan biaya melalui layanan-layanan lainnya sehingga harga iPhone bisa tetap stabil tahun ini.

Lonjakan harga memori ini terjadi karena tingginya permintaan memori untuk pusat data Kecerdasan Buatan (AI). Akibatnya, stok memori untuk ponsel pintar mengalami gangguan sehingga harga jual ponsel diprediksi meningkat hingga 8 persen tahun ini.

Banyak perusahaan yang sudah mengisyaratkan kenaikan harga pada perangkatnya, tetapi Apple menentang jalan tersebut. Mereka justru memanfaatkan situasi tersebut dengan mengorbankan margin laba kotor untuk strategi pemasaran kompetitif.

Apple beruntung karena memiliki rantai pasokan yang stabil dan kerap bernegosiasi harga dengan pemasok setiap tiga bulan sekali. Hal ini membuat Apple memiliki kontrol biaya yang lebih baik dibandingkan merek ponsel lainnya.

Dengan begitu, harga seri iPhone 18 diperkirakan akan tetap sama atau hanya berbeda sedikit dengan generasi sebelumnya. Kuo mengatakan bahwa potensi kerugian dari mempertahankan harga ini bisa dipulihkan dengan skema lain.

Apple diprediksi akan menutupi selisih margin tersebut dengan menaikkan harga langganan layanan digital mereka. Beberapa layanan yang mungkin terdampak adalah Apple Music, Apple TV, hingga iCloud+.