Bagikan:

JAKARTA – SpaceX berencana meluncurkan Starlink generasi kedua pada 2027 mendatang. Pada peluncuran tersebut, SpaceX ingin menghadirkan jaringan yang terhubung langsung ke ponsel.

Rencana besar ini terungkap dalam dokumen yang perusahaan ajukan ke Badan Komunikasi AS (FCC). Dibandingkan generasi sebelumnya, Starlink yang akan datang ini diklaim memiliki kecepatan koneksi setara 5G yang dapat diakses tanpa batasan area.

Sistem generasi kedua ini disebut memiliki kapasitas 100 kali lipat lebih besar dibandingkan dengan konstelasi satelit yang tersedia saat ini. Melalui peluncuran ini, SpaceX ingin menghilangkan perbedaan antara koneksi seluler darat dan satelit dari segi pengalaman konsumen.

"Kita bisa memiliki internet berkecepatan tinggi yang nyata untuk ponsel di mana saja tanpa menyadari bahwa Anda sedang terhubung ke sistem satelit," ungkap David Goldman, Wakil Presiden Kebijakan Satelit SpaceX, melansir dari PC Mag pada Kamis, 22 Januari.

Meski terdengar lebih canggih, kemampuan ini tetap dibatasi tantangan teknis. Agar perangkat bisa mengadopsi sinyalnya dengan sangat baik, produsen ponsel pun harus mengintegrasikan prosesor baru yang mendukung kemampuan tersebut.

Selain itu, Elon Musk juga perlu meluncurkan ribuan satelit tambahan untuk memanfaatkan pita frekuensi 1,9 GHz dan 2 GHz secara optimal. Sejalan dengan hal tersebut, SpaceX terus mendesak FCC agar mereka mereka diberikan persetujuan untuk meluncurkan 15.000 satelit baru.

SpaceX meminta regulator untuk tidak lagi memperlakukan layanan satelit sebagai eksperimen kecil yang tidak penting bagi infrastruktur nasional. Jika diizinkan, SpaceX akan semakin mendominasi orbit dengan konstelasi satelit Starlink-nya.