JAKARTA – Presiden Nintendo, Shuntaro Furukawa, mengatakan bahwa harga RAM yang mengalami kenaikan secara global tidak berdampak langsung pada pendapatan perusahaan. Akan tetapi, situasi ini dinilai tetap perlu dipantau.
Furukawa menjelaskan bahwa keuntungan dari bisnis perangkat kerasnya sangat bergantung pada kondisi pengadaan komponen dan efisiensi produksi massal. Selain harga material, nilai tukar mata uang dan kebijakan tarif internasional juga menjadi faktor penentu pendapatan mereka.
Namun, ketika ditanya mengenai kemungkinan kenaikan harga konsol di masa depan, Nintendo menolak untuk menjawab. Hingga saat ini, harga Nintendo Switch 2 masih tetap stabil sejak April tahun lalu. Furukawa berencana untuk mempertahankan harga tersebut sambil terus memantau keadaan pasar.
“Meskipun sulit untuk mengukur dampak di masa depan secara akurat, kebijakan dasar kami adalah mengakui tarif sebagai biaya dan meneruskannya ke harga sebisa mungkin,” kata Furukawa, melansir dari PC Mag pada Rabu, 14 Januari.
Kebijakan penyesuaian harga ini tidak hanya berlaku di pasar AS, tetapi juga di pasar global lainnya. Saat ini, Nintendo tengah berupaya mempertahankan popularitas perangkat barunya sambil mempertimbangkan berbagai risiko ekonomi yang mungkin akan mereka hadapi di masa depan.
BACA JUGA:
“Di sisi lain, ini adalah periode penting bagi bisnis game kami karena kami mendorong adopsi perangkat keras baru dan mempertahankan momentum platform kami. Kami sedang mengerjakannya sambil mempertimbangkan situasi dengan cermat,” tambah Furukawa.
Pada November lalu, manajemen Nintendo optimistis bahwa kenaikan biaya material dapat ditekan melalui upaya produksi massal yang terus berlangsung. Mereka berharap efisiensi manufaktur dapat mengimbangi lonjakan harga komponen memori yang sedang terjadi.
Para analis menyarankan calon pembeli untuk mempertimbangkan pembelian konsol lebih awal guna menghindari potensi kenaikan harga di masa mendatang. Pasalnya, pesaing Nintendo seperti PlayStation dan Xbox telah menyesuaikan harga produk mereka.